Pernikahan Beda Usia Lagi Heboh di Lhokseumawe

Artikel terkait : Pernikahan Beda Usia Lagi Heboh di Lhokseumawe

Pernikahan Beda Usia Lagi Heboh di Lhokseumawe



Manisinfo.com - Perkawinan beda usia lagi ‘ngentren’ di Kota Lhokseumawe. Pasangan itu, masa depan terarah dari segi ekonomi maupun materi. Cinta tidak memandang usia bagi yang sedang mengalami dawai asmara meskipun usia berbeda. Cinta tak memandang status baik dikalangan pejabat, tukang becak hingga tukang panjat kelapa. Ibarat pepatah kalau cinta sudah melekat buah Kenari pahit rasanya coklat.
Aneh tapi nyata, perkawinan ini tak hanya sekilas cerita pasangan anak manusia di layar kaca. Di Lhokseumawe, pasangan pernikahan beda usia mulai ‘ngetren’ dibicarakan dari mulut ke mulut. Akad Ijab dan kabul dilaksanakan di Kantor Urusan Agama (KUA) maupun di mesjid.  Tak hanya itu, Menariknya, usia perampuan lebih tua bahkan menyandang status janda. Begitu juga dengan laki-laki menyandang status duda. Ada juga bujang hingga mempersunting perawan tua. Tetapi memiliki pekerjaan dan penghasilan yang luar biasa. Meskipun dalam hukum Islam dihalalkan.
Sebut saja pasangan Din (26), Warga Lhokseumawe. Dia menikah dengan Milah (37) nama samaran. Milah merupakan salah seorang wanita yang berkarir, bahkan memiliki dua orang anak. Din menceritakan kisah asmaranya yang berunjung kepelaminan.
Berawal dari kenalan di dunia maya (media sosial—red). Tak disangka, perkenalan itu hanya sebagai sebatas mencari sensasi hiburan. Akhirnya Milah mengajak jumpa, di salah satu cafe di Lhokseumawe, setelah berjumpa hubungan pun berlanjut.
“Milah sering curhat, mengenai kehidupan, dalam rumah tangga. Bahkan dia sering menceritakan kesepian, ingin mencari hidup baru. Dari situlah saya mulai meprihatikan. Sehingga saya memutuskan menikah dengan Milah,” kata Din, (Minggu, 1/1/2017). Din menjelaskan, pada awal rencana untuk menikahi Milah, keluarganya sempat menolak karena beda usia. Apalagi Milah janda beranak dua.
“Putusan itu, saya ambil sendiri meskipn keluarga tidak merustui. Tapi setelah menikah tiga bulan, keluarga saya menerima juga menantunya,” papar.
Buruh bangunan ini mengakui, untuk memenuhi kebutuhan hidup, terpaksa menjadi buruh bangunan. Karena, orang tuanya hanya sebagai seorang nelayan. “Saya menikah dengan Milah suka sama suka dan tidak ada unsur pemaksaan. Kelebihan saya hanya Ganteng yang lain tidak ada,” ulasnya, sambil tersenyum dan sedikit bangga.
Dia mengakui, menikah dengan janda tak asing lagi di Lhokseumawe. Bahkan, ada sebagai orang berasumsi dengan lelucon, tetapi realita tidak. “Banyak oknum anak-anak gadis yang relatif tak suci lagi. Jadi, kalau menikah janda sudah jelas,” terangnya.
Din mengakui, nikah beda usia lagi ‘ngentren di Lhokseumawe, bukan hanya dikalangan masyakat biasa, termasuk istri mantan pejabat. “Di Lhokseumawe sekarang lagi ‘ngentren’ menikah seperti saya. Tapi dalam agama pun tidak dilarang, tergantung niat masing-masing. Ada yang mengharap materi dan kebahagian, tapi tidak sedikit yang gagal dan kecewa dalam rumah tangga,” ungkap Din. (mi/zizi)
sumber: http://www.modusaceh.co/

Artikel Manis Info Lainnya :

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2015 Manis Info | Design by Bamz