Aceh Kaya, Masyarakat Gelar Rapat Di Lubang Emas

Artikel terkait : Aceh Kaya, Masyarakat Gelar Rapat Di Lubang Emas

Aceh Kaya, Masyarakat Gelar Rapat Di Lubang Emas


KETUA Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia (APRI) Aceh, M Nasir, menyayangkan langkah forum ceo daerah di Sigli yang melarang tambang ilegal. Dirinya beralasan, selagi ini masyarakat di Geumpang, lokasi penambangan emas ilegal, serta kurang lebihnya mencari rezeki dengan menambang emas dengan cara manual. Larangan ini mengganggu mata pencarian warga.

Larangan ini dikualitasnya akan mendorong dua hal. Yang pertama, menimbulkan angka pengangguran. Serta kedua, memicu konflik antara masyarakat dengan pemerintah. Dirinya menyayangkan larangan ini dikeluarkan tanpa berkoordinasi dengan tokoh masyarakat setempat; orang-orang penting yang selagi ini bermain di sektor ini.

Sejak lama Geumpang menjadi tempat memperlawankan hidup. Ibarat gula, Geumpang, serta tidak sedikit daerah penambangan emas ilegal, hebat perhatian tidak sedikit “semut” untuk datang serta mencoba peruntungannya di lobang-lobang yang digali dengan cara manual. Serta mereka selain penduduk setempat.

Masih mengecap di ingatan kematian tiga penambang emas ilegal di Gampong Pulo Lhoih, Kecamatan Geumpang, Pidie. November tahun lalu. Tiga penambang tewas akibat tertimbun longsoran tanah. Dua orang penambang yang selamat mengalami cedera parah. Semuanya berasal Sukabumi, Jawa Barat. Bukan orang Pidie, apalagi orang Geumpang. Hampir semua celah ini dimiliki oleh para pemodal yang tidak sedikit merupakan orang luar Geumpang atau orang berpengaruh.

Penambang modal nekat ini pun terbukti sangatlah nekat. Mereka memahat inci demi inci tanah serta bebatuan. Mereka semakin menggali hingga memperoleh hasil yang ditergetkan terhadap mereka. Penyaringan emas diperbuat dengan memakai air raksa atau merkuri. Limbahnya lantas dibiarkan begitu saja, sebab penambang ilegal tidak punya performa untuk mengolahnya. Serta jumlah mereka ratusan.

Nasir semacamnya wajib duduk bersama Forkompimda Sigli supaya larangan ini sangatlah bisa berlaku manjur. Sebelum rapat, mungkin ada baiknya pemerintah kabupaten menyiapkan data pencemaran serta kerusakan lingkungan. Atau mungkin ditambah dengan data dari Dinas Kesehatan yang menyatakan jumlah penduduk yang mengalami tremor, akibat dari paparan merkuri di dalam otak, atau penyakit lain yang biasa timbul akibat terpapar merkuri.

Nasir juga butuh menimbulkan data jumlah pekerja asal Geumpang serta kurang lebihnya yang dikatakannya sebagai orang-orang yang dimenyesalkan. Nasir juga butuh memaparkan jumlah emas yang digali serta seberapa besar keuntungannya bagi masyarakat di kurang lebih kawasan tambang. Dengan demikian, pertemuan ini, nanti, sangatlah memberbagi solusi nyata terhadap penambangan ilegal di daerah itu.

Artikel Manis Info Lainnya :

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2015 Manis Info | Design by Bamz