Buang Tinja di Makam Ulama Inovasi DLHK3 Untuk Mendapat Penghargaan, Dipertanyakan ?

Artikel terkait : Buang Tinja di Makam Ulama Inovasi DLHK3 Untuk Mendapat Penghargaan, Dipertanyakan ?

Buang Tinja di Makam Ulama Inovasi DLHK3 Untuk Mendapat Penghargaan, Dipertanyakan ?


Komunitas Peusaba mengkritisi pemberian apresiasi untuk Pemko Banda Aceh terkait proyek Ipal yang dipusatkan di Gampong Jawa Banda Aceh. Menurut komunitas ini, proyek tersebut sudah menghancurkan bekas tapak rumit istana, masjid, serta sejumlah makam website Darul Makmur.

"Apakah pantas apresiasi itu diberbagi serta dianggap kreatif, sedangkan proyek pembuangan sampah serta limbah tinja diperbuat di rumit bekas masjid, istana Darul Makmur, rumit makam raja serta ulama yang alim," ucap Koordinator Peusaba, Mawardi Usman, melewati siaran pers terhadap portalsatu.com, Senin, 28 Agustus 2017.

Mawardi mekualitas proyek tersebut tak dianggap kreatif, tetapi penghinaan terhadap sejarah serta peran ulama penyebar Islam. Mereka juga meminta Aminullah Usman selaku Wali Kota Banda Aceh supaya segera sadar serta menghentikan proyek tersebut secepatnya.

"Apabila suatu  kesengajaan melanjutkan proyek Ipal, maka Walikota Banda Aceh sudah meperbuat dosa yang tak termaafkan. Layakkah walikota mengaku melaksanakan syari'at Islam dengan cara kaffah tetapi menjadikan rumit makam raja serta ulama sebagai tempat pembuangan limbah tinja," kata Mawardi lagi. 

Dia mekualitas apa yang diperbuat tersebut adalah penghinaan serta dosa besar walikota. Faktor ini bakal menjadi catatan kurang baik untuk generasi mendatang.

"Peusaba juga mempertanyakan terhadap Menteri Puan Maharani, apakah beliau tahu kalau pembuangan sampah serta limbah tinja yang bakal dijadikan gas metana adalah wilayah rumit makam bersejarah besar di Asia Tenggara? Bagaimana dengan program halal tourism, sedangkan website dilenyapkan," katanya lagi.

Peusaba juga meminta Menteri Koordinator Pembangunan Manusia serta Kebudayaan RI tersebut untuk meninjau kembali proyek Ipal di Gampong Jawa. "Hentikan secepatnya."

Dia menyatakan hukum agama bakal berlaku pada siapa saja yang mengganggu makam para wali serta aulia. Mawardi turut mempertanyakan bagaimana apabila generasi mendatang membuang sampah serta limbah tinja di makam Soekarno.

"Sebab itu Peusaba meminta Pemerintah Pusat segera menghentikan proyek pembuangan sampah serta limbah tinja di Gampong Jawa serta Gampong Pandee," katanya


Sumber: http://portalsatu.com

Artikel Manis Info Lainnya :

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2015 Manis Info | Design by Bamz