Hebatnya Bos Sabu Bisa ‘Pulang Kampung’ ke Lapas kelas III Langsa

Artikel terkait : Hebatnya Bos Sabu Bisa ‘Pulang Kampung’ ke Lapas kelas III Langsa

Hebatnya Bos Sabu Bisa ‘Pulang Kampung’ ke Lapas kelas III Langsa


Manisinfo.com - Terpidana permasalahan narkoba asal Aceh Timur, Abdullah (39), yang juga dikenal sebagai bos sabu, akhirnya ‘pulang kampung’. Abdullah yang selagi ini menempati Rumah Tahanan Negara Kelas II B Banda Aceh, diketahui telah menempati Lapas Narkotika Langsa, sejak tanggal 29 Juli 2017.

Data diperoleh Serambi Kamis (3/8) menyatakan, pemindahan Abdullah berdasarkan surat keputusan Kementerian Hukum dan HAM RI Kantor Wilayah Aceh Nomor: W1.Pk.01.01.01-544 tanggal 24 Juli 2017. Surat itu antara lain berbunyi, napi Abdullah dipindahkan dari Rutan Negara Kelas II B Banda Aceh ke Lapas kelas III Narkotika Langsa.
Kepala LP Narkotika Langsa, Amiruddin, ketika dikonfirmasi wartawan kemarin, berbicara Abdullah telah lima hari berada di LP Narkotika Langsa. Ia bakal menjalani sisa hukuman 18 tahun penjara, dari total hukuman 20 tahun.

Catatan Serambi, Abdullah adalah satu dari lima tersangka sindikat sabu yang ditangkap tim perpaduan Badan Narkotik Nasional (BNN), Polres Aceh Timur, dan Brimob Subden 2 Aramiah, pada Februari 2015 lalu.

Penangkapan kelima tersangka ini adalah hasil pengembangan dari penangkapan sabu-sabu seberat 75 kilogram di kawasan Alue Bu, Peureulak Barat, Aceh Timur, Minggu (15/2/2015). Tidak hanya sabu-sabu dalam jumlah besar, aparat juga menyita dua pucuk senjata api laras panjang tipe SS1 dan M16, dan dua pucuk pistol rakitan.

Pada Selasa (16/2/2017), kelima tersangka beserta barang bukti 77,35 kg sabu, diboyong ke Jakarta oleh Badan BNN untuk menjalani proses hukum lebih lanjut dan pengembangan permasalahan peredaran sabu berjaringan internasional. Pihak BNN juga menyita aset milik tersangka Abdullah, sebab diduga dari hasil pencucian uang, yaitu tiga alat berat tipe ekskavator, berbagai mobil mewah, tanah kosong 313 hektare (ha), dan 323 ha lahan pohon sawit dan karet di Aceh Timur.

Seusai melewati serangkaian persidangan, pada Senin (21/12/2015), majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Banda Aceh, menjatuhkan vonis mati kepada Abdullah. Hakim Ketua, Sulthoni SH MH yang memimpin persidangan menyatakan, Abdullah memang dengan cara sah dan bersalah meperbuat permufakatan jahat dalam pemakaian narkotika.
Putusan ini sama dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Idi yang dibacakan pada persidangan sebelumnya.

Tetapi akhir-akhir, Abdullah urung (batal) dihukum mati sebab hukumannya diturunkan menjadi hukuman badan, 20 tahun penjara. Putusan ini dikeluarkan oleh Majelis Hakim Mahkamah Agung (MA) atas permohonan kasasi yang diajukan empat terdakwa permasalahan kepemilikan sabu-sabu seberat 78,1 kg. Dari keempat terdakwa yang mengajukan kasasi, hanya Abdullah bin Zakaria —yang selagi ini dikenal sebagai bos sabu—yang mendapat keringanan hukuman. Sementara tiga rekannya, yaitu Hamdani Razali (36), Hasan Basri (35), dan Samsul Bahri (35), masih divonis hukuman mati

Artikel Manis Info Lainnya :

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2015 Manis Info | Design by Bamz