Kisah Tragis Perempuan Pemulung Yang Tega Diselingkuhi Suami

Artikel terkait : Kisah Tragis Perempuan Pemulung Yang Tega Diselingkuhi Suami


Kisah Tragis Perempuan Pemulung Yang Tega Diselingkuhi Suami 


Tak lagi tinggal bersama keluarga merupakan faktor sangat disesali bunda Emi. Pasca bercerai dengan suami, bunda Emi yang sehari-hari bekerja memulung barang bekas saat ini tinggal seorang diri di atas gerobak.

Sesekali ia pun mengingat keluarganya ketika sedang sendirian. "Sejak saya cerai, saya kehilangan tidak sedikit hal. Dulu saya tinggal dirumah serta tidak sedikit yang dampingin. Tapi sekarang, saya tidur digerobak sendirian. Mulung sendirian. Makan sendirian," kata bunda Emi semacam dilansir dari akun Instagram proud.project.

Ia bahkan sempat mengalami hidup sial, yaitu kehilangan semua uangnya sebab dicopet. Rupiah demi rupiah yang dirinya kumpulkan ludes begitu saja. Lagi-lagi di saat berat itu pun bunda Emi wajib menjalaninya sendirian.

"Dulu saya sempat kehilangan semua uang saya gara-gara dicopet. Itupun saya wajib tanggung sendirian," tutur bunda Emi. Wanita ini sempat berpikir bahwa hidup tidak adil.

Bagaimana tidak, dalam hidup serba sederhana serta penuh kesusahan, bunda Emi tetap wajib menelan pil pahit sebab dibohongi oleh suaminya sendiri. Sang suami yang mengaku merantau nyatanya malah tinggal bersama wanita lain.

Ibu Emi mengenal perselingkuhan itu sepulang dirinya dari pasar Ia memergoki suaminya tengah duduk bersama wanita di suatu  warung kopi (Warkop).

“Waktu itu, saya lagi ke pasar. Trus saya mau beli minum di warkop. Tiba-tiba saya lihat ada suami saya lagi sama perempuan lain. Suami saya waktu itu bilangnya dirinya lagi merantau. Nyatanya selagi ini dirinya bohong. Dirinya ga merantau. Dirinya tinggal sama perempuan lain," ceritanya terhadap proud.project.

Mengenal kenyataan itu, bunda Emi hanya dapat menangis. Hatinya semacam teriris sebab penghianatan tersebut sampai akhirnya memutuskan untuk bercerai. Tetapi, seusai menjalani suka duka itu, bunda Emi saat ini mengaku sudah ikhlas. Meskipun awalnya ia merasakan sakit tidak terperi, tetapi keikhlasan justru membikin bunda Emi hidup lebih tenang.

Ia punmemberi suatu  perumpaan yang menginspirasi. "Istilahnya gini mas. Ikhlas itu kaya ngerawat kepompong sampe sehingga kupu-kupu. Mas tau kupu-kupunya bakal berangkat terbang, tapi tetep mas rawat. Sebab mas tau, mas cuman wajib melayani, bukan mempunyai," kata bunda Emi.

Cerita ini pun menuai perhatian warganet sampai membanjiri kolom komentar unggahan tersebut.

@yun_b.ii: bu ini kata2 nya menarik sekali.

@baninganx: instant crying (emoji nangis)

@astikablog: Bagus amat kata2nya

@puspitasari.a: Ohhh i love you buk....kata2nya ngena banget

@dnsyei: @kalindrasya cuman wajib melayani bukan mempunyai (emoji)okesip

@marceliobryent: Kecewa bgt (emoji nangis)

@anindhapradipta: Ikhlas itu susah, tapi kalau ga ikhlas bakal lebih susah #respect

@icharaisaaa: (emoji nangis) (emoji nangis)

Artikel Manis Info Lainnya :

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2015 Manis Info | Design by Bamz