Video TKI Bermasalah di Hongkong dan Malaysia

Artikel terkait : Video TKI Bermasalah di Hongkong dan Malaysia

Video TKI Bermasalah di Hongkong dan Malaysia


Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia serta Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri, Lalu Muhammad Iqbal, berbicara sedikitnya 695 tenaga kerja Indonesia (TKI) terjaring operasi keimigrasian yang digelar Malaysia. "Itu jumlah penangkapan razia seusai beresnya pendaftaran E-Kad (1 Juli) hingga 10 Juli 2017," ucap Iqbal saat jumpa pers di kantornya, Pejambon, Jakarta Pusat, Jumat, 14 Juli 2017.

Sejak awal bulan ini pemerintah Malaysia menggelar operasi yustisi besar-besaran terhadap para pekerja asing. Operasi itu berjalan seusai program pembuatan Enforcement Card (E-Kad) yang diselenggarakan Imigrasi Malaysia sejak Februari hingga 30 Juni lalu beres. 

E-Kad bisa dikegunaaankan buruh migran ilegal untuk mengurus kelengkapan dokumen serta mengikuti proses rehiring alias perekrutan kembali. Program ini diterapkan oleh Malaysia untuk para pekerja asing dari 15 negara, yaitu Indonesia, Bangladesh, Filipina, India, Kazakhstan, Kamboja, Laos, Myanmar, Nepal, Pakistan, Sri Lanka, Thailand, Turkmenistan, Uzbekistan, serta Vietnam.

Menurut Iqbal, tidak hanya meringkus 695 pekerja asal Indonesia, pemerintah Malaysia meringkus 2.319 pekerja asing dari 14 negara lain. Tidak hanya itu, ada 57 maapabilan yang memperkerjakan para tenaga asing yang tak mempunyai kelengkapan dokumen.

Perwakilan Kementerian Luar Negeri Indonesia pernah menjenguk para buruh imigran yang tertangkap itu di tempat penahanan mereka. Salah satunya merupakan di depot imigrasi Bukit Jalil, Kuala Lumpur. Di sana sedikitnya 300 pekerja Indonesia ditempatkan. "Kita lihat WNI kami dalam keadaan baik. Mereka bisa makan dua kali sehari serta snack," ucap Iqbal.

Pemerintah Indonesia sudah meminta pemerintah Malaysia menjamin hak dasar para tenaga kerja Indonesia yang terjaring razia imigrasi itu. "Supaya TKI yang ditangkap bisa perlakuan baik. Hak mereka dihormati sejak penangkapan hingga pemulangan nanti," kata Iqbal.

Para buruh migran yang terjaring razia itu sekarang hanya mempunyai dua opsi untuk kembali ke Indonesia, yaitu deportasi sukarela dengan bayar 800 ringgit Malaysia alias deportasi gratis tapi wajib menjalani proses hukum yang berlaku. Tim Kedutaan Besar serta Konsulat Jenderal RI di Malaysia bakal berupaya mempercepat proses hukum setiap WNI yang terjaring razia imigrasi.

Sekretaris Mutlak Badan Nasional Penempatan serta Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia, Hermono, berbicara para pekerja asing yang ditangkap bakal disidik selagi dua pekan seusai tertangkap. "Seusai dua minggu, mereka bakal disidang di pengadilan imigrasi yang biasanya hukumannya 3-6 bulan penjara," kata dia.

Berdasarkan catatan Kementerian Ketenagakerjaan, jumlah TKI ilegal di Malaysia kurang lebih 1,5 juta. Sekarang sebagian dari mereka sedang bersembunyi di hutan. "Kami tidur di hutan serta hanya keluar untuk memasak serta mengambil air," ucap Ayu, 25 tahun, tenaga kerja asal Indonesia, terhadap Malaysiakini.com. Ayu mengangkat bayinya menginap berhari-hari di hutan di kawasan Genting Highlands, Malaysia, untuk menghindari razia.

Sumber: https://nasional.tempo.co

Artikel Manis Info Lainnya :

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2015 Manis Info | Design by Bamz