Wow..Ada Tangis Misterius Saat Makam Pria Dibakar Hidup-Hidup di Bongkar

Artikel terkait : Wow..Ada Tangis Misterius Saat Makam Pria Dibakar Hidup-Hidup di Bongkar

Wow..Ada Tangis Misterius Saat Makam Pria Dibakar Hidup-Hidup di Bongkar


Manisinfo.com - Proses pembongkaran makam korban pembakaran nasib-nasib, M Alzahra alias Joya, menyita perhatian warga. Ratusan warga berbondong-bondong mendatangi TPU Kedondong, BTN Buni Asih, Kampung Kongsi, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi.

Saking tidak sedikitnya warga yang datang, 20 anak buah Polsek Cikarang Utara serta 10 anak buah Sabhara Polres Metro Bekasi diterjunkan untuk menjaga proses pembongkaran makam Joya.

Suasana riuh mewarnai proses pembongkaran makam korban penganiayaan serta pembakaran nasib-nasib ini. Tetapi, di tengah suasana tersebut terdengar suara teriakan histeris dari dalam mobil Toyota Agya bernomor polisi B 1720 FOF.

Bocah berumur kurang lebih lima tahun itu berdiri di dalam mobil sambil menangis serta memukul-mukul kaca mobil.

"Itu kenapa, itu kenapa bocah," celetuk warga.

Seorang perempuan kemudian bergegas menghampiri minibus tersebut. Ia membuka pintu serta langsung menggendongnya.

"Mama, mama...," teriak anak itu.

"Mamanya siapa namanya?" tanya perempuan itu pada sang bocah.

"Mama Lia, Mami Lia," jawab sang anak sambil menangis.

Kegaduhan pun terjadi mewarnai pembongkaran makam Joya. Warga berteriak terbuktigil "Mama Lia".

Bahkan, Kapolsek Cikarang Utara Kompol Puji Hardi yang kebetulan tidak jauh di lokasi, juga ikut berteriak mencari orangtua anak tersebut.

"Hayu cari, panggil nama mamahnya," ujar Puji sembari mengerahkan sejumlah anggotanya.

Tak berselang lama, tampak perempuan muda berlari ke arah kendaraannya sambil menenteng ponsel.

"Anak saya, anak saya itu," ujar perempuan yang mengenakan pakaian ketat bermotif belang-belang hitam putih itu.

Rupanya, bocah tersebut ditinggal ibunya menyaksikan pembongkaran makam Joya. Saat ditinggal, sang anak sedang tertidur dalam mobil.

Polisi serta warga tampak heran bercampur kesal menonton kejadian itu. Karena, sang bunda tega meninggalkan anaknya sendirian di dalam mobil dengan kondisi mesin mati.

Apalagi, jarak antara mobil yang ditinggalkan dengan makam Joya mencapai kurang lebih 500 meter.

"Duh ibu, untung enggak hilang nih anak," ujar Kapolsek.

"Iya maaf Pak, tadi sebentar mau gambar doang sih," ungkap bunda muda itu.

Mendengar ucapan bunda muda itu, warga pun heran. "Waduh bu, ada-ada aja, dah. Pakai segala moto-moto," celetuk warga.


Joya meninggal tragis dampak dianiaya serta dibakar massa, seusai dituduh mencuri amplifier Musala Al-Hidayah Kampung Cabang Empat, Desa Hurip Jaya, Kecamatan Babelan, Senin 1 Agustus lalu.

Artikel Manis Info Lainnya :

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2015 Manis Info | Design by Bamz