Ini kronologi 'Habibah Cantik' di Jemput dan diBunuh Kekasihnya

Artikel terkait : Ini kronologi 'Habibah Cantik' di Jemput dan diBunuh Kekasihnya

Ini kronologi 'Habibah Cantik' di Jemput dan diBunuh Kekasihnya


Inilah kronologi pembunuhan perempuan cantik Siti Habibah yang dibunuh dengan cara mengenaskan seusai sebelumnya terlebih dulu diperk0sa. Jasadnya dibuang di dalam suatu parit dalam kondisi setengah telanjang. Bagaimana bisa Ismail tega membunuh pacarnya sendiri?

Nyatanya perselingkuhan adalah motif dibalik pembunuhan yang diperbuat Ismail dengan tutorial mencekik sang kekasih. Ismail (20) warga Jalan Pasar IV Jati Tembung, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang menuding Siti Habibah (16) kerap sel1ngkuh selagi berpacaran.

Kata Ismail, sebab argumen sel1ngkuh itulah ia membunuh siswa SMA tersebut.

Tersangka Ismail ditangkap di seputaran Fly Over Amplas pada Rabu (27/9/2016) dinihari tadi. Kapolrestabes Medan Kombes Mardiaz Kusin Dwihananto berkata, tersangka Ismail melarikan diri usai membunuhan. Ia telah tidak di rumahnya sejak seminggu lalu.

"Tersangka mutlak ini adalah pacar korban. Dari hasil pemeriksaan sementara, motif pembunuhan sebab sakit hati diselingkuhi korban,"

"Dia (Siti Habibah) tidak sedikit kali cowoknya. Teman-temannya yang bilang ke saya," kata tersangka di Polrestabes Medan, Rabu (28/9/2016) sore.

Lantaran kerap merasa diselingkuhi, tersangka mengundang korban untuk berjumpa, Jumat (16/9/2016) silam. Ia pun meminjam sepeda motor Honda Supra 125 BK 5292 II milik rekannya.

"Saya jemput dirinya dari kerjaan, Pak. Kemudian saya ajak dirinya ke ladang garapan," kata tersangka. Ismail berkata, selagi di perjalanan, ia kerap tidak diacuhkan. Merasa disepelekan, ia pun marah.

"Seusai saya bunuh, HP serta laptopnya saya bawa kabur. Saya kesal sekali sebab selagi diperjalanan dirinya semakin SMS-an sama orang lain," ungkap tersangka.

Kapolrestabes Medan Kombes Mardiaz Kusin Dwihananto berkata, saat pertama kali ditemukan, jasad korban telah tidak bisa dikenali. Wajahnya rusak sebab terlalu lama berada di dalam air.

"Yang pertama kali menemukan jasad korban adalah tukang arit rumput. Ketika ditemukan, jenazahnya dalam kondisi celana telah turun ke tahap lutut," ungkap Mardiaz.

Sebelumnya misteri pembunuhan kepada terhadap Siti Habibah (16) yang jasadnya dibuang di dalam parit.

Jenazah korban ditemukan mengambang dengan kondisi hampir tidak bisa dikenali di dalam parit eks PTPN IX, Jalan Perhubungan Pasar 11, Desa Sei Rotan/Tembung, Kecamatan Percut Seituan Minggu (18/9/2016) lalu.

Adapun tersangka lainnya yang ikut dibekuk masing-masing M Arif Prayoga, Kasiono, Unrik Santoso, Andre, serta Tara. Kelimanya sekarang turut diperiksa di Polresta Medan.

Siti Habibah nyatanya pernah diperkosa saat meregang nyawa. Pemerkosaan itu diperbuat oleh tersangka Ismail (20),pacar korban.

"Pas saya cekik itu, dirinya (Siti Habibah) udah enggak bisa apa-apa, Pak. Kemudian pernah saya perk0sa," kata tersangka saat dirilis di Polrestabes Medan.

Ketika pemerk0saan berjalan, katanya, Siti telah dalam kondisi tidak sadarkan diri. Takut aksinya diketahui, tersangka pun kembali mencekik korban.

"Seusai saya perk0sa, lalu jasadnya saya buang ke dalam parit. Saya sendiri yang bunuhnya, Pak," katanya lagi.

Kapolrestabes Medan Kombes Mardiaz Kusin Dwihananto berkata, untuk meringkus tersangka, petugas perpaduan Polresta Medan serta Polda Sumut membutuhkan waktu sepuluh hari.

Pasalnya, tersangka kerap berpindah-pindah tempat serta akhirnya bersembunyi di seputaran Fly Over Amplas.

"Dalam permasalahan ini, kita selain mengamankan pelaku utama. Kita turut mengamankan lima orang lainnya yang terlibat dalam permasalahan pembunuhan ini," katanya.

Tersangka lainnya yang ikut dibekuk masing-masing M Arif Prayoga, Kasiono, Unrik Santoso, Andre, serta Tara. Kelimanya sekarang turut diperiksa di Polresta Medan.

Siti Habibah nyatanya pernah diperkosa saat meregang nyawa. Pemerkosaan itu diperbuat oleh tersangka Ismail (20),pacar korban.

"Pas saya cekik itu, dirinya (Siti Habibah) udah enggak bisa apa-apa, Pak. Kemudian pernah saya perk0sa," kata tersangka saat dirilis di Polrestabes Medan.

Ketika pemerkosaan berjalan, katanya, Siti telah dalam kondisi tidak sadarkan diri. Takut aksinya diketahui, tersangka pun kembali mencekik korban.

"Seusai saya perk0sa, lalu jasadnya saya buang ke dalam parit. Saya sendiri yang bunuhnya, Pak," katanya lagi.

Kapolrestabes Medan Kombes Mardiaz Kusin Dwihananto berkata, untuk meringkus tersangka, petugas perpaduan Polresta Medan serta Polda Sumut membutuhkan waktu sepuluh hari.

Pasalnya, tersangka kerap berpindah-pindah tempat serta akhirnya bersembunyi di seputaran Fly Over Amplas.

Artikel Manis Info Lainnya :

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2015 Manis Info | Design by Bamz