Pemerintah Aceh Anggarkan DP Beli Pesawat Terbang 10 M Ditengah Jeritan Kemiskinan Rakyat

Artikel terkait : Pemerintah Aceh Anggarkan DP Beli Pesawat Terbang 10 M Ditengah Jeritan Kemiskinan Rakyat


Pemerintah Aceh Anggarkan DP Beli Pesawat Terbang 10 M Ditengah Jeritan Kemiskinan Rakyat


Entah ada hubungan dengan hobi Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, membeli  pesawat terbang alias tidak. Nyatanya, Pemerintah Aceh ada menganggarkan pembelian pesawat udara, di dalam Kebijakan Umum Anggaran serta Priorotas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2017, yang diserahkan Irwandi Yusuf terhadap DPR Aceh berbagai waktu lalu.

Itu karenanya, Ketua Komisi II DPR Aceh Nurzahri, ST mekualitas. Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA), tak sedikit memasukkan kegiatan aneh pada anggaran perubahan  KUA-PPAS 2017 itu.

Tadi kami rapat dengan TAPA, yang diwakili Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Aceh, Azhari Hasan, SE. M.Si. Tetapi, dirinya (Azahri Hasan) tak dapat membahas berbagai program yang aneh itu, makanya rapat kami tunda. Serta kami lanjutkan malam ini,” jelas Nurzahri pada MODUSACEH.CO, di Banda Aceh, Selasa sore , (19/9/19).

Sebut Nurzahri, untuk pengadaan pesawat udara, Pemerintah Aceh hanya memasukkan anggaran panjar. Padahal, setahu Nurzahri, dalam pengadaan barang serta jasa milik pemerintah, tak ada mekanisme yang mengatur mengenai uang panjar. Terlebih, dalam pengadaan pesawat itu tak disebutkan tipe serta spesifikasi pesawat yang bakal dibeli Pemerintah Aceh.

"Uang panjar pembelian pesawat udara Rp 10 miliar, begitu saja, kami minta penjelasan tak dapat dijawab. Inikan aneh bin ajaib ini," katanya heran.

Selanjutnya, ada kegiatan penyelengaraan even Tsunami Cup, yang sertaanya mencapai Rp 11 miliar. Menurutnya, dengan uang sebesar itu, bakal lebih berkegunaaan apabila dibuat rumah kaum duafa, yang terbukti di Aceh, tak sedikit kaum duafa yang butuh tempat tinggal lebih layak. Dari pada diadakan even sepakbola yang sifatnya hanya hura-hura. “Padahal, korban tsunami butuh doa, bertahun-tahun merayakan kejadian tsunami, baru kini ada even sepak bola,” ungkap Nurzahri.

Kemudian,  sebut Nurzahri ada kegiatan Tsunami Game serta Sail Sabang yang membutuhkan anggaran Rp 7,5 miliar. Padahal, katanya, Tsunami Game serta Sail Sabang tak diketahui kegiatan mana, apakah nasioanal atukah acara pemerintah Aceh. Bila acara nasional, katanya pasti dapat dibiayai melewati Anggaran pendapatan Belanja negara (APBN), tanpa wajib mengampil uang daerah yang dapat dipergunakan pada porsi yang lebih penting.

Untuk itu, pada rapat selanjutnya, dirinya bakal meminta penjelasan Pemerintah Aceh, mengenai program-program yang tak rasional itu. “Kalau tak dapat dijelaskan, saya tolak, saya tak tahu, teman-teman lain, tetapi tadi semua kami mempertanyakan ini," ucap Nurzahri. 


sumber: http://www.modusaceh.co

Artikel Manis Info Lainnya :

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2015 Manis Info | Design by Bamz