Waled T Pimpinan Dayah Akui Setubuhi Santrinya 2 kali

Artikel terkait : Waled T Pimpinan Dayah Akui Setubuhi Santrinya 2 kali

Waled T Pimpinan Dayah Akui Setubuhi Santrinya 2 kali 


Waled T, 53 tahun, ceo salah satu balai pengajian di Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara, mengakui lakukanannya sudah menyetubuhi santri D, 17 tahun, setidak sedikit dua kali. Kesaksian itu diungkap tersangka dalam konferensi pers yang digelar di Polres Aceh Utara, Kamis, 28 September 2017 siang. 

Dalam sesi wawancara wartawan dengan tersangka di Ruang Unit Reskrim Polres Aceh Utara, Waled T mengaku rugii lakukanannya. Ia juga pernah mengimbau supaya tidak ada ceo balai pengajian alias dayah yang mengikuti lakukanan bejatnya.

"Ya, saya sudah melakukan pencabulan terhadap santri saya pada pertengahan Juli 2017. Dengan penuh kesadaran serta penyesalan atas yang saya lakukan, saya menyerahkan diri untuk menjalani proses hukum. Saya tidak kabur, hanya mengurus anak operasi di Banda Aceh. Seusai saya melakukan lakukanan bobrok itu, sebab bukan iming-iming, tapi dari kasat hati yang paling ikhlas saya ingin melamarnya serta bertanggung jawab atas lakukanan saya," ucap Waled T, didampingi Kasat Reskrim Iptu Rezky Kholiddiansyah serta sejumlah personel.

Hingga detik ini, kata T, dia berharap ada pertemuan keluarga sebagai upaya penyelesaian dengan cara kekeluargaan.

"Saya hanya melakukan terhadap satu santri. Terkait adanya berita yang berkembang bahwa ada korban lainnya, saya tegaskan itu fitnah. Lakukanan itu saya lakukan pertengahan Juli 2017 di rumah saya, saat penghuni lain tidur. Saya berharap ada upaya penyelesaian kekeluargaan," ungkap T.

Dalam peluang itu, T kembali mengingatkan terhadap seluruh pengelola pendidikan agama supaya tidak mencontoh lakukanannya.

"Jangan lakukan semacam yang saya lakukan, sebab lakukanan itu mengarah terhadap hilang moral. Terhadap penegak hukum, saya harap mengambil keputusan seadil-adilnya, jangan hanya mendengar sepihak. Saya tetap berharap dispensasi dari penegak hukum serta ingin bertaubat terhadap Allah," kata T lagi.

Terkait adanya temuan ganja di rumahnya, T mengakui bahwa ganja itu miliknya. "Saya akui, saya konsumsi ganja dalam dua tahun terbaru, benar ganja itu milik saya. Saya tidak ada konsumsi lain tidak hanya ganja. Saya tetap sebatas mamakai, tidak tergantung, ada boleh, tidak ada pun tidak apa-apa," kata T.

Sementara itu, Kapolres Aceh Utara AKBP Ahmad Untung Surianata melewati Kasat Reskrim Iptu Rezky Kholiddiansyah berkata, tersangka menyerahkan diri seusai salah satu anak buah polisi memediasi dengan keluarganya. Dalam mediasi tersebut, tersangka bersikap kooperatif serta setuju dijemput.

"Tersangka dijerat UU Perlindungan Anak. Terkait ganja, kami serahkan ke unit narkoba. Dari hasil tes urine, tersangka positif narkoba," kata Rezky

Artikel Manis Info Lainnya :

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2015 Manis Info | Design by Bamz