10 Orang Siswa SMP Al-Alaq Aceh Utara Tewas Tersambar Petir, 3 0rang Tewas di Tempat

Artikel terkait : 10 Orang Siswa SMP Al-Alaq Aceh Utara Tewas Tersambar Petir, 3 0rang Tewas di Tempat

10 Orang Siswa SMP Al-Alaq Aceh Utara Tersambar Petir, 3 0rang Tewas di Tempat


Kepala SMP Al-Alaq Dewantara, Aceh Utara, Samsul membenarkan Muhammad Zaki, siswa kelas II meninggal dunia dampak tersambar petir.

Jenazah Zaki telah dijemput keluarga dibawa pulang ke rumah duka di Ulee Madon, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara. Sedangkan seorang korban meninggal dunia lainnya merupakan pemilik kantin, yaitu Muhammad (sebelumnya ditulis tukang becak).

"Korban lain mengalami luka ringan serta trauma. Sebagian tetap dirawat, ada juga yang telah dibawa pulang keluarga seusai diizinkan dokter. Sebab ini musibah, anggaran perawatan bakal ditanggung bersama-sama," ucap Samsul saat dihubungi portalsatu.com, Sabtu, 7 Oktober 2017.

Samsul berkata, siswa yang selamat dari sambaran petir di kantin sekolah itu delapan orang. Tetapi, ia tak merincikan nama delapan siswa itu. Sedangkan data dari kepolisian menyatakan korban selamat dari siswa berjumlah 10 orang.

Berdasarkan keterangan diterima Samsul, sesaat sebelum kejadian, masuk jam istirahat belajar, semacam biasa tak sedikit siswa menuju ke kantin milik warga yang berada tak jauh dari halaman sekolah. Saat itu suasana tetap mendung serta hanya gerimis.

"Kemudian hujan menjadi deras, tak sedikit siswa yang terjebak tak bisa kembali ke sekolah serta terpaksa berteduh di kantin. Saat itulah terdengar suara petir. Saya bisa berita ada siswa yang tersambar petir. Para guru langsung memberbagi pertolongan serta menghubungi sejumlah pihak untuk menolong korban," ucap Samsul.

Samsul menduga, petir menyambar pohon besar serta biasnya tentang kantin, sebab dahan besar di pohon tersebut terbelah usai kejadian. "Saya tak bisa bayangkan, bila tak terkena dahan, mungkin kejadiannya bakal lebih parah," katanya.

Adapun nama-nama siswa yang selamat berdasarkan data dari pihak kepolisian merupakan T.M. Zaki, 14 tahun, Suhadi, 14 tahun, serta Suher, 14 tahun, ketiganya asal Desa Keude Krueng Geukueh, Kecamatan Dewantara. Berikutnya, Ikhsan Maulana, 14 tahun, Rifki, 14 tahun, keduanya asal Tambon Tunong, serta Rizki Maulana dari Tambon Baroh, Kecamatan Dewantara, Fatahilah, 14 tahun, asal  Bangka Jaya, Dewantara, M. Aksa, 14 tahun, serta M. Hilal Azmi 14 tahun, keduanya asal Paloh Lada, Dewantara, serta T.M. Ulul Azmi asal Paya Dua, Kecamatan Banda Baro, Aceh Utara.

Diberitakan sebelumnya, seorang siswa serta tukang becak dilaporkan tewas dampak disambar petir saat berteduh dari hujan di kantin SMP Al Alaq, Rumit Perumahan Eks-PT Asean Aceh Fertilizer (AAF) Paloh Lada, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, Sabtu, 7 Oktober 2017, kurang lebih pukul 11.00 WIB.

Informasi diterima portalsatu.com, korban meninggal dunia merupakan Muhammad Zaki, 13  tahun, siswa SMP Al Alaq, asal Gampong Ulee Madon, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara, serta Muhammad, 45 tahun, tukang becak asal Tambon Tunong, Kecamatan Dewantara (akhir-akhir diketahui sebagai pemilik kantin)


sumber: http://portalsatu.com

Artikel Manis Info Lainnya :

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2015 Manis Info | Design by Bamz