Rumah Hamdani Sudah 6 Tahun Didata-data Aja, Bangunnya Kapan?

Artikel terkait : Rumah Hamdani Sudah 6 Tahun Didata-data Aja, Bangunnya Kapan?

Rumah Hamdani Sudah 6 Tahun Didata-data Aja, Bangunnya Kapan?


Rumah itu hanya berkapasitas 4 x 5 meter. Dinding terbuat dari aenjoy bambu. Itu pun hanya semacamga dari bangunan. Sementara atapnya terbuat dari daun rumbia yang telah usang. Setiap aspek terkesan telah bocor.

Di rumah inilah, Hasan dan istrinya, Lugiom beserta kelima  anaknya tidur dan berlindung setiap harinya yang. Sementara lantainya hanya beralaskan tanah.  

Memasuki ke dalam, hanya ada satu kamar dan satu tempat tidur yang beralaskan papan bekas. Tidak hanya itu, dapur yang dipakai sehari-harinya untuk memasak hanya disekat oleh tepas bambu usang. Selagi ini mereka hanya mempercayakan kayu bakar untuk kebutuhan memasak. Sehingga dapat dibayangkan saat memasak, asap yang dihasilkan bakal memenuhi seluruh isi ruangan. 

Yang lebih miris lagi, bila hujan deras turun, ia beserta istrinya terpaksa tidur berhimpitan demi menghindari air hujan yang merangsak masuk melewati lubang-lubang atap rumah dan lantainya. Hasan yang tercatat sebagai warga Gampong Arongan, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara ini keadaannya kian memprihatinkan. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, Hasan wajib mempercayakan tenaganya sebagai tukang upah harian. 

"Hamdani beserta istrinya telah tinggal disini selagi 6 tahun lebih. Saat konflik, ia merantau ke Langsa dan menikah disana," ucap M.Jhony selaku Panglima Muda Daerah IV KPA/PA Pasee terhadap mediaaceh via telepon seluler, Sabtu, 30 September 2017.

M.Jhony menceritakan, saat dia menerima info dari warga setempat. Ia secepatnya menginstruksikan terhadap jajarannya supaya menyambangi Hasan beserta keluarganya. Menurutnya, saat pertama kali kesana, pihaknya langsung menyalurkan sedikit bantuan berupa sembako, peralatan memasak dan bahan material awal semacam seng, papan dan kasur.

"Usai kami menjenguknya berbagai kali, muncul inisiatif saya untuk menghubungi Ketua DPR Aceh, Tgk Muharuddin supaya beliau bersedia meluangkan waktunya untuk menjenguk saudara kami yang tetap membutuhkan bantuan," ucap M.Jhony.
Akhirnya, usulannya pun mendapat respon positif dari Tgk Muharuddin. 

Esok harinya, cocoknya pada Kamis, 28 September 2017 kemarin, ia beserta Tgk Muhar langsung bergerak menuju rumah Hasan yang berjarak kurang lebih 10 kilometer dari desa Alue Ie Puteh. Tiba kurang lebih pukul 15:10 WIB, rombongan ini hanya disambut oleh istri Hamdani, Lugiom. 

Rasa kaget bercampur haru terkesan di wajah Lugiom takkala menonton rombongan yang diketuai langsung oleh Tgk Muharuddin ini tiba. 

"Lakee meu'ah, rumoh hana meusaneut bacut. Pihlom abi aneuk miet gohlom geuwoe jak mita raseuki. Jinoe ka loen yue jak seutot abi bak aneuk agam loen," ucap M.Jhony menirukan ucapan Lugiom.

Lima belas menit kemudian, Hasan tiba di rumahnya. Dengan mata berkaca-kaca, ia mengaku sangat bersyukur atas keberadaan Tgk Muhar beserta pengurus KPA/PA Pasee yang bersedia menjenguk dia berserta keluarganya.

"Kamoe teuka keunoe karna na info yang KPA dan masyarakat sinoe. Kamoe na meuba bacut bantuan berupa sembako, pakaian, dan peralatan dapur dan kebutuhan laen," ucap Ketua DPR Aceh, Tgk Muharuddin.

Kepada Hasan dan keluarganya, Tgk Muhar mengaku bantuan yang diberbagi ini adalah bagian awal. Menurutnya, ini adalah bantuan dadakan dari hasil inisiatif dia beserta jajaran KPA/PA Pasee. Pasalnya, apabila menantikan bantuan dari pihak Pemerintah, maka proses administrasinya pasti bakal membutuhkan waktu yang lebih lama, yakni bakal tertampung pada tahun 2018. 

Kalaupun dipaksakan masuk pada proses APBA-Perubahan, maka prosesnya pun telah telat. Tetapi, Tgk Muhar berjanji bakal menganjurkan bantuan bagian selanjutnya untuk rumah milik Hasan pada tahun biaya 2018 nanti.

"Jadi kalau kami tetap menantikan masuk tahun biaya 2018, itu sangat lama sekali. Sehingga Hasan beserta keluarganya wajib bersi kukuh di rumah mereka dengan hidup memprihatinkan. Tidak hanya itu, saya dan M.Jhony telah menginstruksikan terhadap jajaran KPA/PA Pasee supaya ke depannya semakin mengamati proses pembangunan rumah milik Hasan. Begitu juga dengan rumah warga lainnya yang tetap termasuk tak lebih sanggup bakal semakin kami datai," ucap Teungku Muharuddin lagi.

Artikel Manis Info Lainnya :

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2015 Manis Info | Design by Bamz