Titip Anak Gadis ke Tetangga, Ternyata Tega Dihamili

Artikel terkait : Titip Anak Gadis ke Tetangga, Ternyata Tega Dihamili

Titip Anak Gadis ke Tetangga, Ternyata Tega Dihamili  


P (44) terpaksa memboyong ketiga anaknya dan orang tua dari kampung tempatnya tinggal.
Pasalnya, dirinya telah tak tahan menjadi buah bibir tetangga lingkungannya atas musibah yang menimpa putri pertamanya, RW (14).

RW telah dicabuli oleh tetangganya sendiri, yang tak lain merupakan sahabat kental bapaknya. Pelaku berinisial Sm (40), telah beristri dan mempunyai dua orang anak. P awalnya tak tahu dengan apa yang telah dilakukan Sm terhadap putrinya.

Sebab, P telah delapan bulan berangkat merantau untuk mendapatkan penghasilan guna mengnasibi keluarganya. Sementara itu, P telah berpisah dengan istrinya yang saat ini tinggal di Sumatera Selatan.

Selama P merantau, putrinya RW hanya tinggal bersama dua orang adiknya yang tetap duduk di kelas 3 dan 4 SD. Selama merantau, P pernah menitipkan anak-anaknya terhadap tetangga untuk ikut mengawasi anak-anaknya. Sedangkan P hanya mengirimkan uang melewati tetangga.

Namun, P justru mendapat cerita lain yang memaksanya wajib segera pulang ke Kecamatan Adiluwih Kabupaten Pringsewu.

"Saya dihubungi tetangga agar pulang untuk menyelesaikan masalah anak," katanya.

Begitu pulang, P menerima berita terkait apa yang telah dilakukan pelaku terhadap putrinya. Atas lakukanan pelaku, P bermusyawarah keluarga dan pamong, dan pernah terbuktigil pelaku. Sedangkan si pelaku juga telah mengakui lakukanannya.

Atas kejadian itu lah, P mengabarkan lakukanan bobrok Sm ke Polsek Sukoharjo dengan Laporan Polisi Nomor:LP/ /IX/2017/LPG/TGMS/SEK SUKO, tanggal 29 September 2017 mengenai tindak pidana pencabulan.

Akan namun, P memilih memboyong anak-anaknya ke kediaman kakaknya di Kecamatan Gadingrejo. Sementara ini, putrinya yang duduk di bangku SMP tak sekolah lagi sebab telah terlanjur malu.

Kapolsek Sukoharjo Wahidin membenarkan terkait adanya laporan tersebut. Menurut dia, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi korban dan telah mengumpulkan bukti-bukti, dan saksi.

Hukum Berat Pelaku Pelaku Sm (40), akhirnya mendatangi Polsek Sukoharjo untuk menyerahkan diri. Kepala Unit Reskrim Polsek Sukoharjo Bripka Ghofur berkata, pelaku datang ke kantor polisi dengan didampingi kepala pekon setempat, Selasa (3/10) pukul 14.00 WIB.

"Mungkin yang bersangkutan telah mendengar info telah dilaporkan, pelaku mengakui lakukanannya," ucap Ghofur, kemarin.

Ia mengungkapkan, pelaku beralasan berbuat cabul atas dasar suka sama suka. Alasannya, telah menjalin hubungan pacaran meskipun korban lebih layak menjadi anak.

Sebab, selisih usianya terpaut 26 tahun. Tapi, Ghofur menekankan bahwa argumen apa pun tak bisa dibenarkan sebab korban di bawah umur. Kini pelaku wajib mempertanggungjawabkan lakukanannya dengan mendekam di sel tahanan Mapolsek Sukoharjo.

Pelaku bakal dijerat Pasal 81 Undang-Undang (UU) RI No. 25 Tahun 2014 mengenai Perlindungan Anak jo Pasal 287 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara dan alias denda Rp 5 miliar.

Sementara itu bapak dari korban, P berharap pelaku dihukum seberat-beratnya. Selain itu, dirinya berharap putrinya bisa kembali sekolah.(Robertus Didik Budiawan Cahyono)

Artikel Manis Info Lainnya :

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2015 Manis Info | Design by Bamz