Wow, Praktek Pelacuran di Lhokseumawe Berhasil di Ungkap

Artikel terkait : Wow, Praktek Pelacuran di Lhokseumawe Berhasil di Ungkap

Wow, Praktek Pelacuran di Lhokseumawe Berhasil di Ungkap


Satreskrim Polres Lhokseumawe menggerebek rumah yang dijadikan tempat pelacuran di kawasan Cunda, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Selasa (17/10) sekira pukul 9.00 WIB. Dalam penggerebekan itu polisi mengamankan tiga wanita serta dua pria hidung belang.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman berkata, pengungkapan praktek portitusi di suatu  rumah itu berawal dari info masyarakat.

“Berbekal laporan masyarakat kami langsung meperbuat penyelidikan di kawasan itu serta berpura-pura memesan dua wanita pekerja seks dari salah seorang mucikari,” kata Hendri Budiman terhadap wartawan konferensi di Mapolres setempat.

Hendri meningkatkankan, seusai adanya kesepakatan harga atas pesanan dua wanita pekerja seks, kemudian petugas menyerahkan uang Rp 1.1 juta.

“Seusai uang diserahkan personil kami terhadap mucikari tersebut, selanjutnya mucikari tersebut langsung mengangkat dua personil kami masuk ke dalam kamar yang telah di tunggu cewek di dalamnya, tidak lama seusai itu rumah tersebut langsung kami gerebek,” ujarnya.

Hendri menyatakan, tiga wanita yang diamankan berinisial CB (26) warga Keude Cunda, Kecamatan Muara Dua, salah satu honorer di salah satu rumah sakit umum (RSU) Lhokseumawe, kemudian CL (33) warga Keude Cunda, berstatus IRT serta AL (21) warga Tumpok Teungoh, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe yang tetap berstatus pelajar. 

“Dua saksi pria yang kami amankan di rumah tersebut merupakan DA (33), KH (30) serta tiga saksi lainya merupakan pihak kami dari kepolisian yang meperbuat penyamaran saat itu,” terangnya.

Dari keterangan tersangka CB, dirinya mengaku mempekerjakan delapan gadis remaja dengan kisaran umur rata-rata 20 sampai 25 tahun. dirinya juga mengaku prostitusi itu telah berlangsung selagi 1,5 tahun

“Seluruh korban yang indentitasnya telah kami kantongi bakal kami panggil semua untuk kami mintai keterangan ke Mapolres untuk kami tindak lanjuti tindak pidana ini,” katanya.

Adapun barang bukti yang diamankan berupa satu unit telepon genggam, uang Rp 800 ribu, dua buah kondom serta sebilah pedang samurai.

Kedua tersangka CB serta CL dikenakan UUD no 21 tahun 2007 mengenai pemberantasan tindak pidana perdagangan manusia dengan jeretan hukuman maksimal 15 tahun.

Artikel Manis Info Lainnya :

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2015 Manis Info | Design by Bamz