Mantan Presma Unsyiah Sebut Miliki "Catatan Hitam" Irwandi Gubernur Aceh

Artikel terkait : Mantan Presma Unsyiah Sebut Miliki "Catatan Hitam" Irwandi Gubernur Aceh


Mantan Presma Unsyiah Sebut Miliki "Catatan Hitam" Irwandi Gubernur Aceh



Mantan Presiden Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Mujiburrahman menuliskan catatan kritis kepada Gubernur Aceh Irwandi Yusuf. Melalui akun media sosial Facebook, Mujiburrahman menuliskan 17 catatan kritis, seperti yang dikutip AJNN, Jumat (17/11).
Pantauan AJNN, di laman Facebook-nya, Mujiburrahman kerap mengkritisi kinerja dan kebijakan Pemerintah Aceh.
Pada poin pertama dalam catatan yang diunggah pagi tadi, Mujiburrahman meminta agar kritikan yang dia sampaikan tidak dianggap sebagai bentuk dengki terhadap kepemimpnan gubernur.
"Saya memberi kritikan jangan disebut ku'eh (dengki) tidak pernah saya pelihara itu penyakit. Dan saya tidak pernah menaruh dendam dan marah kepada Anda (Irwandi). Tidak relevan. Kalau saya mau ku'eh ke Anda saya bisa saja mainkan 'kartu as' dari beberapa 'catatan hitam' yang sempat terekam dalam memori otak saya saat periode pertama Anda menjadi Gubernur," tulis Mujib dalam poin pertama dan kedua.
Pada poin ketiga, Mujib meminta gubernur agar tidak menganggap kritik suatu sikap tidak positif.
"Cobalah menjadi umara yang bijaksana menerima pendapat siapapun. Saya melihat Anda masih 'belajar' menjadi pemimpin yang baik," tulisnya.
Dalam catatan itu, Mujib juga mengkritisi dang mengingatkan gubernur Aceh terkait investasi dan ekonomi Aceh. Berikut 17 cacatan kritis Mujiburrahman untuk Gubernur Aceh
1. Saya memberi kritikan jangan disebut KU'EH (iri dengki) tidak pernah saya pelihara itu penyakit. Dan saya tidak pernah menaruh dendam dan marah kepada Anda. Tidak relevan.
2. Kalau saya mau KU'EH ke Anda saya bisa saja mainkan "kartu as" dari beberapa "catatan hitam" yang sempat terekam dalam memori otak saya saat periode pertama Anda menjadi Gubernur.
3. Kritik ke Anda jangan mudah dianggap suatu sikap tidak positif. Cobalah menjadi umara yang bijaksana menerima pendapat siapapun. Saya melihat Anda masih "belajar" menjadi pemimpin yang baik.
4. Tidak ada maksud mencari sensasi dan ketenaran atas kritik yang saya lakukan. Sebagaimana yang dituduhkan staff dan pengikut-pengikut Anda. Citra atau sejenisnya hanya dibutuhkan oleh orang yg berpikir kerdil.
5. Sampai detik ini saya tidak pernah memaki maki Pak Gubernur dengan kata kata kotor dan tidak manusiawi. Saya masih menaruh hormat kepada Anda sebagai pemimpin meskipun Anda menyebut saya KU'EH.
6. Pak Gubernur mungkin tidak pernah tahu dan memang tidak perlu tahu bahwa Anda adalah salah seorang yang saya sebut dalam setiap doa saya.
7. Saya hanya ingin mengingatkan Anda bahwa benar saat ini kita butuh investor membangun ekonomi Aceh. Namun hati-hati Pak Gubernur jangan sampai Aceh tergadaikan seperti Indonesia. Orang sering bilang Indonesia negara kaya SDA dan sebagainya namun urusan pembangunan masih harus ngutang ke berbagai pihak terutama pihak asing.
8. Indonesia negara yg sudah salah jalan dan tujuan akibat salah urus. Aceh harua banyak belajar dari negara "gagal" bernama Indonesia. Kekayaan Aceh harus kita akui tidak kecil. Oleh karena itu jangan sampai salah urus karena kita panik dan bingung lalu semua orang kita ajak dan kita beri kunci kamar untuk merangsang pembangunan.
9. Saya tidak banyak membaca buku buku hebat tentang ekonomi politik atau politik ekonomi. Namun saya sedikit banyak paham bahwa sebagai teritori yang kaya akan potensi SDA maka pemain pemain arus utama dalam bisnis korporasi jaringan dunia akan melirik dan mendekat sebagai bagian dari strategi pengembangan akses dan perluasan pasar pasar serta sentra komoditi input bagi korporasi mereka di dunia internasional. Disinilah kita harus jeli mengamati peluang dan ancaman.
10. Bagi saya bukan tidak penting kita berpikir terhadap peningkatan daya ungkit investasi Aceh, namun yg terpenting adalah kita harus cermat dalam mencari mitra terbaik yang akan kita ajak bersama sama membangun ekonomi Aceh.
11. Jika referensi Pak Gubernur masih menoleh pada para "naga-naga" besar ekonomi Indonesia seperti yang hadir dan disebut oleh media massa pada acara Aceh Investment Forum kemarin saya kok gelisah dan cemas akan nasib Aceh ke depan. Minimal 11-12 dengan nasib ekonomi Indonesia yang akan semakin timpang.
12. Pak Gubernur....tidak perlu "panik" dan "bingung" mengungkit balik ekonomi Aceh setelah sekian lama terpuruk akibat konflik. Sehingga terjebak bahwa "kita harus bisa menerbangkan pembangunan ekonomi Aceh ke angkasa". Kita harus membuka diri dengan memberi kesempatan kepada investor. Kita harus ciptakan kesan bahwa Aceh aman agar para investor tidak ragu masuk. Kita harus melompat lebih jauh agar terkesan tidak primitif dan developed.
13. Saya mengajak Anda mulailah dari hal kecil dengan memperkuat ekonomi rakyat dengan nilai nilai kearifan lokalnya. Saya ingin kita bangun Aceh dengan apa yang kita punya bukan dengan apa yang orang lain miliki. Benar kita tidak memiliki sumber daya yg cukup dengan teknologi yang mumpuni. Tapi yang harus kita miliki adalah semangat membangun harus kita letakkan pada pundak sendiri bukan pada pundak orang lain.
14. Saya tidak anti bisnis mainstrem tapi memetakan siapa mitra bisnis menjadi penting agar kedaulatan ekonomi Aceh akan tetap dinikmati oleh anak cucu.
15. Semoga Pak Gubernur tidak merasa saya gurui karena saya bukan siapa siapa. Saya yakin di lingkaran Pak Gubernur sudah bercokol orang-orang hebat lulusan kampus dunia. Namun hal itu bukan berarti kami sebagai rakyat abai akan masa depan pembangunan ekonomi Aceh.
16. Sekali lagi Pak Gubernur. Bangunlah Aceh dengan baik dan penuh dengan kewibawaan. Nostalgia dengan masa lalu sebagai sebuah "negara" besar yang perpengaruh di dunia penting untuk mengasah memori kita bahwa kita pernah menjadi bangsa besar dan sejahtera.
17. Saya akan terus BERANI mengkritik Anda sebagai mana Anda BERANI memilih jalan "berbeda" dengan NKRI saat Anda tergiring klaim bahwa republik ini tidak adil pada Aceh. Jika Anda semakin terlihat mulai tidak berpihak pada rakyat yakinlah kritikan saya akan lebih tajam dari silet. Selamat menikmati dinginnya pagi di Ibukota Pak Gubernur. Maaf undangan ke Shangri La belum bisa saya penuhi karena bagi saya tidak terlalu penting. Yang penting adalah mulailah berdamai dengan hati dan jiwa Anda saat mendengar suara yang tidak seirama dari orang lain.
sumber: http://www.ajnn.net

Artikel Manis Info Lainnya :

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2015 Manis Info | Design by Bamz