Ekskombatan GAM Rapatkan Barisan di Kuta Pase, Ada apa ?

Artikel terkait : Ekskombatan GAM Rapatkan Barisan di Kuta Pase, Ada apa ?

Ekskombatan GAM Rapatkan Barisan di Kuta Pase, 

Ada apa ?


Usai acara peringatan milad Gerakan Aceh Merdeka (GAM) ke 41 di Islamic Center, Lhokseumawe, Senin siang, 4 Desember 2017, sejumlah ekskombatan wilayah Kuta Pase dan Samudera Pase berkumpul di rumah Ketua DPRK Lhokseumawe, M. Yasir Umar, di Gampong Meunasah Manyang, Kandang.
Sejumlah wartawan juga ikut diundang ke rumah tokoh eks-GAM Kandang tersebut. Terlihat, anggota DPRA dari fraksi Partai Aceh, Tarmizi Panyang, mantan juru bicara penghubung KPA wilayah Samudera Pase Halim Abe, Tgk Juned dan Tgk Nyak Sulaiman yang akrab disapa Nyak Man, anggota DPRK Aceh Utara. Sejumlah pria yang diduga eks kombatan juga tampak memenuhi ruang tamu rumah ketua dewan itu.
Kata Halim Abe, kawan-kawan yang hadir dan berbicara di sana mewakili masyarakat Aceh dari daerah masing-masing, Aceh Utara, Lhokseumawe, dan Aceh pada umumnya.
"Ini hanya silaturahmi, kebetulan Ketua DPRK Lhokseumawe, Bang Yasir masih sakit dan tidak bisa menghadiri peringatan Milad. Awalnya diskusi ini kita rencanakan di gedung dewan kota, tapi karena ketua sakit, kita sama-sama kemari," kata Halim Abe.
Halim juga mengatakan, pihaknya sengaja mengundang media untuk berbincang perihal Aceh kekinian, terutama polemik bendara Bulan Bintang yang tak kunjung disetujui pemerintah pusat. Pemerintah RI, kata dia, terkesan mengabaikan butir-butir perjanjian damai Helsinki  2005, sehingga bendera yang diinginkan rakyat belum berkibar.
Jelas tertera dalam MoU, tegas Halim, siapa saja yang menghalangi terwujudnya butir-butir dari perjanjian itu adalah musuh bersama.
"Itu tertuang jelas dalam perjanjian, yang menghalangi realisasi dari butir MoU adalah musuh bersama, yaitu musuh  GAM dan Pemerintah Republik Indonesia," terangnya.
Halim mengatakan, GAM masih eksis dalam bingkai perjanjian damai. Oleh sebab itu, ia berharap dengan momen Milad GAM tahun ini, para pihak pemangku kebijakan segera mencari jalan keluar agar persoalan bendera tersebut tidak berlarut-larut, sehingga pemerintah Aceh bisa lebih fokus bekerja untuk memenuhi hajat hidup orang banyak, ketika masalah hak kewenangan Aceh selesai sesuai UUPA nomor 11 tahun 2006.
Sedangkan M Yasir Umar, menegaskan, dirinya mengakui bahwa paska konflik, pemerintah sudah membangun di Aceh. Namun, kata dia, masih banyak janji pusat yang belum diwujudkan terutama persoalan bendera, belum diakui. Padahal, kata dia, bendera sudah disahkan DPRA sesuai Qanun Aceh nomor 3 tahun 2013, namun sampai saat ini pengakuan masih terkatung-katung.
"GAM sudah menyerahkan senjata, sudah 13 tahun GAM dan rakyat Aceh menunggu, bendera saja tidak diakui. Belum lagi perlahan-lahan isi perjanjian dicabut, sehingga lambat laun, apa yang sudah disepakati perlahan diingkari. Belum lagi masalah batas wilayah, Kewenangan Aceh, dan janji-janji lain yang belum dipenuhi pemerintah," kata Yasir.
Langkah apa yang ditempuh para eks GAM? 
Yasir mengakui, sampai saat ini pihaknya masih pada posisi menunggu pengakuan pemerintah pusat atas Qanun bendara Bulan Bintang. Tapi, ia memastikan, dirinya dan kawan-kawan dari eks kombatan tidak diam. Kata Yasir, bila memang desakan-desakan yang selama ini digaungkan tidak didengar lagi, maka bisa jadi, masalah tersebut akan dibawa ke meja internasional.
"Saya rasa bukan tidak mungkin, bila tetap diabaikan sampai tahun 2018, akan ada reaksi massa, anggap saja sebentuk people power seperti di negara bagian Spanyol, Catalonia yang berakhir dengan Refendum. Ini bukan ancaman, tapi lebih kepada kemungkinan reaksi masyarakat Aceh yang sudah lama menunggu janji," terang Yasir diaminkan Halim dan para eks GAM lainnya.
Yasir mengatakan, pernyataannya dalam nada keras tersebut sebagai ungkapan rasa kecewa dirinya terhadap janji-janji pemerintah RI. Selain itu, kata dia, sebagai bentuk rasa khawatir akan ada reaksi masyarakat Aceh yang akan menjerumuskan Aceh kembali dalam konflik.


sumber: http://portalsatu.com

Artikel Manis Info Lainnya :

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2015 Manis Info | Design by Bamz