Kacaunya Pembahasan KUA PPAS Aceh 2018 Karena Tim TAPA Bertingkah

Artikel terkait : Kacaunya Pembahasan KUA PPAS Aceh 2018 Karena Tim TAPA Bertingkah

Kacaunya Pembahasan KUA PPAS Aceh 2018 Karena Tim TAPA Bertingkah



Penyebab molornya pembahasan KUA PPAS (APBA 2018) mulai sedikit terkuak. Sumber MODUSACEH.CO di DPR Aceh mengungkapkan. Penyebabnya adalah, karena Tim TAPA tidak mau memasukkan usulan dan program baru, diluar KUA PPAS baru. Termasuk usulan program Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh berjumlah 1,2 triliun.
Informasi ini disampaikan salah seorang sumber media ini, yang juga anggota DPR Aceh, Kamis (21/12/2017) di Banda Aceh. Karena alasan etika, dia minta namanya tak ditulis. Dia mengungkapkan, alasan  Tim TAPA dibawah kendali Sekda Aceh Dermawan dan Kepala Bappeda Aceh Azhari Hasan, tidak mau memasukkan program (visi-misi) Gubernur, Wakil Gubernur Aceh serta dana reses (aspirasi) anggota DPR Aceh, karena diluar ketentuan dan aturan yang ada. “Jadi, kami binggung. Tim TAPA berdiri dibelakang Irwandi atau punya geng sendiri,” ujar sumber ini.
Itu sebabnya, mereka mengaku telah lelah bertengkar dengan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf. Sebab, selain belum ada titik temu, Irwandi pun tidak pernah hadir dalam pembahasan. Sebaliknya, dia mengirim Tim TAPA. “Nanti, ujung-ujung kami disalahkan dan seolah-olah kami tidak mendukung gubernur,” ucapnya.
Dia memberi saran, lebih bagus, karena kondisinya sudah kacau seperti itu, persoalan tersebut diserahkan pada Gubernur Aceh. ”Bayangkan, ada  kata-kata dari Tim TAPA, kalau pun diperintahkan Gubernur, jika tidak sesuai aturan, mereka tetap tidak mau. Itu disampaikan dalam forum pertemuan resmi,” ujar sumber ini, buka kartu.
Karena itu dia paham, ternyata bukan hanya program anggota dewan yang tolak.  Usulan dari Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh, juga ditolak Tim TAPA. Alasannya, jika tidak sesuai aturan. “Menurut mereka harus ada data pendukung awal dan verifikasi lebih dulu. Setelah dievaluasi, baru bisa direncanakan. Termasuk punya Gub dan Wagub Aceh serta milik anggota dewan, Rp 1,7 triliun, juga tidak mau ditampung Tim TAPA”.
Awalnya Kepala Bappeda Aceh Azhari Hasan mengaku sudah menampung. Namun dia sebutkan, mereka sedang menunggu verifikasi. Jika tidak ada verifikasi, maka tidak bisa dimasukkan. Jadi, bicaranya plin plan dan sama saja. “Sudahlah, kami sudah lelah dan tidak mau bertengkar lagi, sebab yang jadi korban rakyat Aceh, lebih bagus ini kuali, centong dan isinya, kami kembalikan ke Gubernur Aceh. Mau Pergub juga silahkan, kami dukung,” kata wakil rakyat di DPRA ini, kesal.
Masih kata anggota DPR Aceh ini. “Bahkan dan bila perlu sebagai bentuk dukungan kami pada Gubernur, saat dikeluarkan Pergub, kami hadir menyaksikan. Jadi, jangan dipolitisir seolah-olahhanya gara-gara anggaran DPRA tidak masuk, dan berdalih sesuai aturan serta kesepakatan. Termasuk saat bertemu Mendagri di Jakarta, maka kami dituding menghambat-hambat APBA,”begitu kata dia.


sumber: http://www.modusaceh.co

Artikel Manis Info Lainnya :

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2015 Manis Info | Design by Bamz