Kasihan, Nasib APBA 2018 Tidak Bergerak

Artikel terkait : Kasihan, Nasib APBA 2018 Tidak Bergerak

Kasihan, Nasib APBA 2018 Tidak Bergerak



Banda Aceh I Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Nurzahri, Banda Aceh, Kamis (28/12/2017) memastikan pengesahan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (RAPBA) 2018 pada Desember 2017 ini sudah tidak mungkin lagi. "Dalam agenda sidang paripurna DPRA tidak mengagendakan pengesehan anggaran," kata anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRA, di Banda Aceh, Kamis sore (28/12).

Bahkan sebut kader Partai Aceh itu mengatakan Komisinya juga belum melakukan pembahasan anggaran 2018. Sebab Komisi II dan ada beberapa Komisi lain di DPRA masih menunggu penyerahan dokumen anggaran 2018 dari pihak eksekutif yang hingga kini tak kunjung diserahkan oleh Pemerintah Aceh Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah itu.

Menurut Nurzahri bergerak atau tidaknya pembahasan anggaran 2018, itu ada pada Gubernur Aceh Irwandi Yusuf dan Ketua Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA) yaitu Sekda Aceh sendiri Dermawan.

"Cuma masalah utamanya adalah, untuk merubah E-Planning dan E-Budgeting adalah karena ini diatur dalam UU kapan masa dibuka dan ditutupnya. Itu dia harus dengan sebuah kebijakan dari pejabat yang berwenang, dalam hal ini hanya Gubernur atau Sekda yang bisa membuka sistem ini," ujar Nurzahri.

Itulah sebabnya jelas Nurzahri, dalam pertemuan di Kemendagri, Sekda minta selembar surat dari Kemendagri supaya ada alasan dari Sekda untuk membuka sistem dimaksud. "Tetapi Kemendagri menjawab itu bukan wewenang mereka, ada di Aceh sendiri," kata Nurzahri, Kamis sore.

Karena itu sebut Nurzahri, dibutuhkan keberanian Gubernur Aceh Irwandi Yusuf atau Sekda Aceh Dermawan. Namun yang jadi masalah juga Gubernur Aceh asik jalan-jalan.

Disisi lain kata Nurzahri, ketika pertemuan pada 14 Desember 2017, saat itu sebut Nurzahri bahwa tergambarkan beliau (Gubernur Aceh) memang belum pernah mengikuti perkembangan APBA.

Ini kata Nurzahri karena ada pembagian tugas antara Gubernur dan Wakil Gubernur Nova Iriansyah. "Hal-hal teknis sudah diserahkan kepada Wakil Gubernur. Jadi Pak Gubernur banyak yang tidak tahu, itu pengakuan Gubernur tanggal 14 Desember di Pendopo," sebut Nuzahri.

Begitupun lanjut Nurzahri, dalam hal ini dibutuhkan otoritas untuk membuka sistem dan yang punya otoritas itu hanya pada Gubernur atau Sekda Aceh. "Sedangkan Sekda dalam pertemuan di Kemendagri, sudah tidak berani tanpa ada sebuah dasar. Dalam kondisi ini seharusnya Pak Gubernur yang menyerahkan. Tetapi karena ini sudah dilepaskan kepada wagub, ini yang menyebabkan Sekda juga tidak punya keberanian untuk membuka sistemnya, sehingga diakali dengan membuat dokumen sistem abal-abal toh nanti ketika disahkan oleh DPRA keputusan DPRA ini bisa membuka sistem," ujarnya.

Tapi kondisinya DPRA tidak mau membahas RAPBA 2018 "abal-abal" tersebut jika belum dilakukan penyerahan secara utuh, seperti KUA-PPAS perubahan oleh Pemerintah Aceh. "Hari ini kita mau menerima utuh, jadi kita mau lihat itu connect tidak?" kata Nurzahri.

Nurzahri juga mendengar kabar Gubernur Irwandi Yusuf pada periode sekarang berbeda dengan Irwandi periode pertama ia menjabat Gubernur Aceh dengan Muhammad Nazar. "Sebelumnya beliau berani mengambil kebijakan yang sifatnya sedikit berisiko. Kalau sekarang, dari semenjak awal dilantik ada kesan beliau menghindari risiko, dan itu kita lihat ketika ada desakan dari masyarakat dan DPRA untuk segera mencairkan hibah bansos untuk masyarakat, bagi dayah dan masjid yang belum cair pada masa ZIKIR. Jadi pak Gubernur memanggil Kejati, Kapolda, bahkan Kodam untuk berembuk, mungkin beliau takut terjerat hukum nantinya," ujar Nurzahri.

Bisa jadi juga, kemungkinan beratnya ada trauma kasus BPKS. "Jadi karena ada semangat yang tinggi dari Pak Wagub melapisi kerja Gubernur, maka dilepaskan semua kepada Wagub. Padahal kewenanganya ada di Gubernur, bukan Wagub," kata Nurzahri. Selengkapnya baca edisi cetak, Senin depan.


sumber: http://www.modusaceh.co

Artikel Manis Info Lainnya :

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2015 Manis Info | Design by Bamz