Tidak Ada Anggaran Badan Reintegrasi Aceh (BRA) Terancam Tutup

Artikel terkait : Tidak Ada Anggaran Badan Reintegrasi Aceh (BRA) Terancam Tutup

Tidak Ada Anggaran Badan Reintegrasi Aceh (BRA) Terancam Tutup 


Banda Aceh- Badan Reintegrasi Aceh (BRA) hingga saat ini hanya mendapatkan alokasi dana sebanyak 8.800.000.000 dalam KUA PPAS tahun 2018. Angka tersebut sangat jauh dari usulan dari lembaga tersebut yang mencapai 462 milyar.
Informasi yang dihimpun aceHTrend, Minggu (10/12/2017) Ketua BRA Pusat Fakrurrazi Yusuf, SE, M.Si, pada tanggal 3 November 2017 sudah menyurati Gubernur Aceh Irwandi Yusuf untuk menyampaikan kondisi tersebut.
“Kami sudah menyurati Gubernur Aceh untuk menyampaikan hal tersebut,” ujar Fakrurrazi, pada beberapa kesempatan.
Joni Suryawan Direktur Kajian Strategis BRA, Minggu (10/12/2017) kepada aceHTrend mengatakan, lembaga yang didirikan dengan payung hukum Qanun Aceh 6 Tahun 2015, membutuhkan dana besar untuk menjadi program reintegrasi dan pemberdayaan kepada tiga kelompok sasaran yaitu eks Kombatan, tapol napol dan masyarakat imbas konflik.
“Kegiatan-kegiatan itu harus dijalankan dengan anggaran yang tidak sedikit. Total kebutuhan anggaran untuk 2018 adalah 462 milyar lebih. Tapi yang diberikan cuma delapan milyar,” ujar Joni kecewa.
Mantan Kombatan daerah militer Linge itu juga menjelaskan, delapan milyar yang dialokasikan itu hanya untuk gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Sekretariat BRA berjumlah 20 orang, yang mencapai 6 milyar untuk gaji 12 bulan dan selebihnya untuk kegiatan belanja operasional.
Di sisi lain, untuk gaji Badan Pelaksana mulai dari Ketua hingga staf BRA yang mencapai 300 orang, tidak dialokasikan sama sekali. “Badan pelaksana tidak satupun dapat gaji tahun 2018,” imbuh Joni. 
Sumber: www.acehtrend.co

Artikel Manis Info Lainnya :

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2015 Manis Info | Design by Bamz