Wow, LGBT Rencanakan Pesta S3ks di Malam Tahun Baru

Artikel terkait : Wow, LGBT Rencanakan Pesta S3ks di Malam Tahun Baru

Wow, LGBT Rencanakan Pesta S3ks 

di Malam Tahun Baru


Untuk merayakan putusan Mahkama Konstitusi (MK)  yang menolak permohonan judicial review atau uji materi pasal perzinaan dan LGBT dalam KUHP, lesbian, gay, bis3ksual, dan transgender, berencana melakukan pesta s3ks pada malam tahun baru 2018 di Balikpapan.
Kabarnya, komunitas LSL yang biasa disebut masyarakat sebagai kaum gay, beberapa waktu lalu telah berkumpul merencanakan gelaran pesta s3ks dimaksud.
Informasi yang dihimpun Balikpapan Pos (Jawapos Grup/Fajar) pada Kamis (21/12), pertemuan tersebut dihadiri komunitas gay dewasa maupun anak-anak.
“Waktunya sudah fix saat malam tahun baru, tinggal soal tempat masih belum pasti,” ujar sumber terpercaya kemarin.
Dia mengatakan, pesta s3ks sesama lelaki ini bukan semata untuk merayakan malam pergantian tahun 2017 dan datangnya tahun 2018.
“Mereka sekaligus merayakan kemenangan atas keputusan MK soal zina LGBT,” sebutnya lagi.
Putusan MK, kata sumber media ini, dinilai merupakan langkah maju karena berikutnya jaringan komunitas gay nasional tengah berjuang tataran legislatif agar perbuatan zina tak masuk ranah pidana.
Lebih gilanya lagi, jaringan tersebut berharap pernikahan sesama jenis kelak akan diakui di Indonesia.
“Itu perjuangan langkah panjang. Yang jelas, jaringan komunitas gay nasional mendapat funding luar negeri untuk memperjuangkan hak-haknya,” beber dia.
Dia mengemukakan, koordinasi bakal digelarnya pesta s3ks kaum gay, kemungkinan besar tidak lagi dilaksanakan secara kopi darat. Melainkan lewat aplikasi android khusus komunitas gay, sehingga hanya mereka yang benar-benar member saja yang bisa mengaksesnya.
Apakah mereka yang lesbian ikut merayakan pesta s3ks tersebut? Ditanya begitu, sumber Balikpapan Pos mengatakan tidak tahu, karena mereka sangat tertutup.
“Beda dengan gay, mereka sudah punya komunitas sehingga agak sedikit terbuka. Lagian gay punya aplikasi android yang bisa melacak keberadaan antar sesama gay,” terang dia.
Saat rapat koordinasi yang digagas Komisi Penanggulangan Aids (KPA) di ruang rapat I Bappeda Balikpapan beberapa waktu lalu, informasi bakal digelarnya pesta s3ks kaum gay itu sudah terungkap.
Pihak kepolisian yang hadir menyatakan siap untuk melakukan tindakan hukum seandainya pesta s3ks itu bakal digelar.
Untuk diketahui, Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB), Euis Sunarti mengaku kecewa atas putusan dari majelis hakim Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak permohonan pasal 284, 285 dan 292 KUHP tentang Perzinahan, Pemerkosaan, dan Pencabulan Anak.
Penolakan atas tiga pasal itu membuat komunitas LGBT begitu mudah menyebarkan perilaku s3ks yang menyimpang.
“Kami tentu sedih, karena kami berharap banyak,” ungkap Euis, salah satu dari 12 pemohon atas gugatan ketiga pasal KUHP tersebut di gedung MK Jakarta, Kamis (14/12).
Kekecewaan Euis berdasarkan realita, bahwa s3ks menyimpang di masyarakat sudah sangat kritis sehingga harus segera ditangani. Oleh karena itu, perlu adanya undang-undang yang jelas untuk menekan perbuatan tersebut. “Agar masalah penyimpangan s3ksual minim,” lanjut Euis.
Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat telah memutuskan menolak permohonan Euis dan 11 rekannya untuk mengubah pasal 284, 285 dan 292 tentang Perzinahan, Pemerkosaan, dan Pencabulan Anak.
Menurut Arief, MK tidak memiliki wewenang untuk mengubah undang-undang. MK hanya berhak melakukan pengkajian apabila ada undang-undang yang bertentangan dengan konstitusi.
Sementara itu, aktivis LGBT yang juga pendiri Gaya Nusantara, Dede Oetomo mengatakan, putusan hakim sudah tepat. Menurutnya memang tidak ada urgensinya soal aturan seputar ranah privat.
“Ya, ini langkah bijak MK, bisa memilahkan mana yang jadi wewenangnya (menguji konstitusionalitas perundang-undangan) dan mana yang jadi wewenang DPR (merevisi per-UU-an)” ujar Dede kepada JawaPos.com, Kamis (14/12).
Artinya, MK menolak permintaan jika LGBT masuk ranah pidana baru. Dede menilai permohonan pemohon uji materi justru mengkriminalisasi semua s3ks di luar nikah.
“Sekarang sih secara nasional tidak ada (kriminalisasi). Permohonan Aliansi Cinta Keluarga (AILA) Indonesia itu yang mau mengkriminalisasi semua s3ks di luar nikah,” ucapnya. 

sumber: https://fajar.co.id

Artikel Manis Info Lainnya :

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2015 Manis Info | Design by Bamz