Cerita Miris TKI Asal Aceh Diperk0sa Majikannya

Artikel terkait : Cerita Miris TKI Asal Aceh Diperk0sa Majikannya


Cerita Miris TKI Asal Aceh Diperk0sa Majikannya


Seorang anak perempuan berusia 15 tahun asal Aceh, yang menjadi pekerja rumah tangga, diperk0sa dan dianiaya majikan di Malaysia. Polisi menangkap MD (62), pria majikan yang menganiaya korban, dan akan menahan perempuan majikan berinisial N, yang diduga menyiksa korban setelah mendapat surat dari kejaksaan.

Minister Counsellor KBRI Kuala Lumpur Suryana Sastradiredja di Kuala Lumpur yang dihubungi melalui telepon dari Jakarta, Jumat (16/11), mengatakan hal ini. MD dan N melarikan diri setelah kasus pemerkosaan dan penganiayaan korban, yang namanya masih dirahasiakan, terungkap ke publik.

”Polisi sedang mengembangkan kasus ini karena ada unsur perdagangan orang, pemerkosaan, dan penganiayaan,” kata Suryana.

Dihubungi terpisah, aktivis Migrant CARE Malaysia, Alexander Ong, mengatakan bahwa kasus pemerk0saan anak di bawah umur ini lebih menyedihkan. Korban diikat selama dianiaya dan tidak diberi makanan selama empat hari.

Kasus ini terjadi di Seremban, 46 kilometer dari Kuala Lumpur. Alex mengatakan, korban saat ini dirawat di rumah sakit di Seremban.

”KBRI perlu mengirim orang untuk mendampingi korban di rumah sakit supaya tidak diganggu media juga. Banyak pekerja rumah tangga di bawah umur dari Aceh dengan identitas palsu yang masuk menggunakan calling visa,” kata Alex.

Kasus polisi

Sementara kasus pemerk0saan SM (25), TKI asal Batang, Jawa Tengah, yang melibatkan tiga polisi Malaysia di Bukit Mertajam, Penang, Malaysia, mulai disidangkan di mahkamah tinggi, setingkat pengadilan negeri.

Hakim membebaskan ketiga pemerk0sa dari tahanan dengan jaminan 25.000 ringgit (Rp 78,5 juta) per orang.

Mereka wajib melapor sebulan sekali. Ketiga polisi yang berusia 21 tahun, 25 tahun, dan 33 tahun itu didakwa penjara 20 tahun serta hukuman cambuk karena memerk0sa dan memaksa korban melayani mereka sekaligus di kantor polisi.

Di Jakarta, aktivis Migrant CARE dan aktivis perempuan berunjuk rasa di depan Kedutaan Besar Malaysia di Jalan HR Rasuna Said. Mereka menuntut para pelaku dihukum berat demi keadilan bagi korban.

sumber: http://lifestyle.kompas.com

Artikel Manis Info Lainnya :

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2015 Manis Info | Design by Bamz