Mahasiswa Kecewa Terhadap Irwandi Yusuf, TAPA Salahkan DPRA

Artikel terkait : Mahasiswa Kecewa Terhadap Irwandi Yusuf, TAPA Salahkan DPRA

Mahasiswa Kecewa Terhadap Irwandi Yusuf, 

TAPA Salahkan DPRA



Setelah melakukan aksi demo di Kantor DPR Aceh, sejumlah mahasiswa melanjutkan orasi di depan Kantor Gubernur Aceh, Lingke, Banda Aceh, Kamis, (4/1/18). Namun, saat membuka orasinya, mahasiswa mengaku kecewa, karena merasa dilecehkan.

"Bapak-bapak yang terhormat, kenapa tega menertawakan kami. Ini juga kantor kami," teriak mahasiswa secara bergantian dalam orasinya.

Memang, pantauan media ini pengamanan Kantor Gubernur Aceh sedikit berbeda kali ini, banyak pria berbadan tegap ikut mengawasi pendemo. Tak jelas siapa dan dari mana mereka berasal. Namun, pada media ini mereka mengaku tim relawan pemenangan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf. Para pria inilah yang dikecam para pendemo yang menertawakan mereka.

"Ingat Bapak-bapak, kalau anak kalian nanti ditertawan seperti kami, bagaimana rasanya. Hukum karma tetap berlaku, jangan pikir APBA ini masalah sepele. Silahkan kalian dukung Irwandi Yusuf terbang dengan pesawatnya, tapi anggaran ini milik rakyat Aceh, bukan milik dia (Irwandi Yusuf)," kecam pengajukan rasa.

Sementara itu, koordinator lapangan Ridho Rinaldi mengatakan. Terlambatnya pengesahan APBA 2018 menjadi catatan buruk Pemerintahan Irwandi-Nova. Masalah semacam itu kembali harus diwariskan setiap tahun kepada rakyat Aceh. Keterlambatan ini menunjukkan bahwa tidak mampunya legislatif dan eksekutif Aceh dalam membahas dan menetapkan APBA tahun 2018 yang mencapai 14 triliun tepat waktu.

Dia memastikan pengesahan APBA 2018 dipastikan terlambat. Bahkan ironisnya, belum diketahui seberapa lama keterlambatan APBA tahun ini. Akibatnya, para SKPA belum bisa merealisasikan anggaran, untuk pembangunan sejumlah proyek dan program pembangunan tahun anggaran 2018. Menurutnya, keterlambatan pengesahan APBA sebenarnya merupakan pelanggaran terhadap Undang Undang Nomor 17 Tahun 2003. Sebab, UU mengamanahkan pengesahan APBA paling lambat satu bulan sebelum tahun anggaran dilaksanakan. 

Begitupun, katanya dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 12 Tahun 2017 tentang Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah sebagai turunan dari UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah juga disebutkan dalam pasal 36 ayat 2, di mana kepala daerah tidak menyampaikan rancangan anggaran pendapatan dan belanja daerah kepada DPRD sesuai dengan waktu yang ditetapkan oleh UU, maka akan dikenakan sanksi. Begitu pula bila kepala daerah dan DPRD tidak menyetujui bersama rancangan Perda APBD sebelum dimulainya tahun anggaran setiap tahun, juga diancam sanksi. Sanksi administratif sebagaimana pelanggaran dimaksud adalah tidak dibayarkan hak keuangan selama 6 bulan. 

Itu sebabnya, dia mendesak eksekutif dan legislatif di Aceh, untuk segera duduk bersama mempercepat pengesahan APBA 2018. Secepat-cepatnya paling telat sebelum 15 Januari 2018. "Hilangkan segala kepentingan yang bersifat pribadi dan kelompok, dan memohon maaf kepada seluruh Rakyat Aceh, baik lisan dan tulisan atas keterlambatan APBA 2018," ungkap Ridho.

Sementara itu, Asisten II Sekda Aceh Taqwallah menjumpai para pendemo. Dalam penjelasannya, Taqwallah menyampaikan. Pemerintah Aceh melalui Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA) yang dipimpin oleh Sekda Aceh Dermawan telah menyerahkan dokumen KUA PPAS pada DPR Aceh, sekira bulan Juli 2017. Namun, dia tidak mengetahui dimana permasalahannya, hingga DPR Aceh belum mengesahkan APBA 2018. "Kita di eksekutif, telah menyerahkan semua dokumen yang diperlukan DPR Aceh, mungkin belum dibahas karena ada deal-deal politik anggaran," jelasnya. 

Tapi, ketika para wartawan menanyakan lebih rinci, terhadap penyataan itu, Taqwallah memilih irit bicara. Katanya dia juga tidak mengetahui pasti, bagaimana proses pembahasan anggaran hingga kini belum dibahas itu. "Tidak tahu saya," jelasnya singkat dan langsung meninggalkan para pendemo itu.



sumber: http://www.modusaceh.co

Artikel Manis Info Lainnya :

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2015 Manis Info | Design by Bamz