12 Tahun Menghilang, Suheni TKW di Arab Saudi Akhirnya Dipulangkan ke Indonesia

Artikel terkait : 12 Tahun Menghilang, Suheni TKW di Arab Saudi Akhirnya Dipulangkan ke Indonesia

12 Tahun Menghilang, Suheni TKW di Arab Saudi Akhirnya Dipulangkan ke Indonesia


Hampir dua belas tahun lamanya menghilang dan tak ada kabar dengan keluarga, Pekerja Migran Indonesia (PMI) Suneni Murti Warsudi akhirnya dipulangkan dari Jeddah, Arab Saudi. Suneni akhirnya diketemukan petugas saat melakukan penggantian paspor.

"Suneni berhasil ditemukan saat dia ditemani sang pengguna jasa mengajukan penggantian paspor yang habis masa berlakunya sejak tahun 2009," ujar Konsulat Jenderal RI Jeddah dalam keterangan tertulis, Rabu (7/2/2018). 

Suneni sendiri berangkat ke Arab Saudi pada 2006 sebagai asisten rumah tangga di Kota Jizan yang berjarak 680 kilometer dari Jeddah. Kala itu, Suneni masih berusia 18 tahun, dan paspornya dibuat lebih tua dari yang sebenarnya.

Petugas imigrasi sempat curiga lantaran Suneni tak mengganti paspor yang masa berlakunya sudah habis sejak 2009. Karena menjawab terbata-bata, Suneni kemudian diantar ke bagian teknis tenaga kerja untuk dimintai keterangan.

"Petugas bagian tenaga kerja mengecek di database pengaduan dan ternyata Suneni termasuk daftar WNI/PMI yang dicari keluarganya sejak tahun 2011 melalui surat yang dari Perusahaan Pengerah Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS), Al-Hijaz Indojaya, yang memberangkatkannya ke Arab Saudi," sambungnya.

Dari hasil penelusuran, diperoleh fakta bahwa pengguna jasa tidak menawarkan Suneni itu untuk pulang atau cuti ke kampung halamannya. Perempuan kelahiran Cirebon itu sendiri mengaku memang tidak ingin pulang karena masih betah dan masih ingin bekerja.

"Saya masih butuh kerja," ucap Suneni.

Suneni mengatakan sejak pertama kali bekerja hingga dia berhenti bekerja dari sponsornya itu, ia menerima upah bulanan sebesar 600 riyal atau setara 2.100.000 rupiah. Kemudian dia bekerja pada keluarga dengan tujuh anak, dan bertguas mencuci, menyetrika pakaian, serta membersihkan rumah.

"Majikan baik. Kalau ada madrasah (sekolah) saya bekerja mulai jam enam, tidur kadang lima jam. Kerja lagi sampai jam sepuluh malam," sambungnya.

Selama bekerja itu, Suneni mengaku tak selalu dibayar. Namun berkat pendekatan dan penyelesaian kekeluargaan pihak pengguna jasa akhirnya mau membayarkan sisa upah Suneni sebesar 50.700 riyal atau setara Rp 177.450.000. 

"Saya gak minta (ke majikan), nanti dia kasih kalau (saya) mau kirim," aku Suneni kepada Staf Teknis Tenaga Kerja KJRI.

Selama bekerja di Arab Saudi, Suneni sempat berkomunikasi dengan keluarganya di tanah air. Namun, nomor yang sebelumnya biasa dihubungi sudah tak aktif lagi, diapun hilang kontak dengan keluarganya. 

Hal ini pun diamini Staf Teknis Tenaga Kerja KJRI Jeddah, Mochamad Yusuf. Yusuf mengatakan pengaduan pekerja migran kehilangan kontak dengan keluarga merupakan hal biasa, bukan lagi karena ditahan pengguna jasa melainkan karena merasa betah tinggal bersama tuan rumahnya.

"Saking lamanya TKI kita berada di rumah pengguna (jasa) atau majikan, pihak majikan akan berupaya untuk membuat dia itu betah. Menganggap dia itu sebagai keluarga, walaupun gajinya tidak dibayarkan. Pada saat TKI itu sudah tercuci otaknya, bahkan dia merasa mejadi keluarganya, TKI itu tidak akan meminta haknya," terang Yusuf.

Terkait fenomena ini, Konsul Jenderal (Konjen) RI Jeddah, Mohamad Hery Saripudin, mengimbau agar seluruh pekerja migran di Arab Saudi untuk selalu melakukan penggantian paspor sebelum masa berlakunya habis.

"Memperbaharui dokumen paspor menjadi salah satu jalan bagi kami untuk mengetahui keberadaan PMI dan membantu permasalahannya, sehingga KJRI lebih mudah memberikan perlindungan," pesan Hery.


sumber: https://news.detik.com

Artikel Manis Info Lainnya :

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2015 Manis Info | Design by Bamz