Aceh Barat , Ungkap Bisnis Nafsu Suami - Istri di Gang Buntu

Artikel terkait : Aceh Barat , Ungkap Bisnis Nafsu Suami - Istri di Gang Buntu

Aceh Barat , Ungkap Bisnis Nafsu 

Suami - Istri di Gang Buntu 



Pasca penangkapan pasangan suami-istri (Pasutri) Eka dan Herwin membuka lapak bisnis esek-esek, yang diduga melibatkan perempuan berusia (14) tahun, kini rumah kontrakan tipe 3x6 di gang buntu, Jalan Mansyur, Gampong Seuneubok, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, Senin (19/03/2018) terlihat tertutup dan sepi.
Rumah yang ditutup dengan obeng tersebut, berdampingan dengan sebuah rumah mewah sedang kosong. Lapak bisnis esek-esek, itu berada dalam komplek ramai penduduk.
Namun, masyarakat mengaku tidak mengetahui aktivitas di rumah kontrakan tersebut. Bahkan, saat penangkapan dilakukan polisi dari Polres Aceh Barat, Jumat (16/03) sore, masyarakat juga tidak tahu, kecuali setelah membaca pemberitaan media massa.
Saat bincang-bincang dengan warga setempat yang tidak mau namanya disebutkan mengaku, siang hari, di rumah itu khususnya beberapa hari terakhir ini, diakuinya ada beberapa unit mobil yang parkir di sana. Seperti mobil Avanza. “Ada lihat mobil yang pakir di halaman rumah, tapi tidak tahu tujuannya,” kata warga Gampong Seuneubok, Senin (19/03).
Pejabat sementara (Pj) Kepala Desa Seuneubok, Azwar, Senin (19/03) juga mengaku, penyewa rumah Eka-Herwin juga diakuinya, tidak pernah melapor. Bahkan Azwar saat diminta penjelasannya, sempat menghubungi Kepala Dusun (Kadus), dari keterangan Kadus, Eka dan Herwin juga tidak pernah melapor.
Azwar juga mengatakan, tidak pernah mendapat informasi dari masyarakat bahwa rumah tersebut, ada dugaan membuka lapak maksiat. “Saya tidak pernah mendapat informasi dari masyarakat. Kalau ada informasi akan kita panggil dan surati,” ujar Azwar.
Sementara itu, Jumat (16/03) hasil penyamaran anggota Reskrim Polres Aceh Barat, di rumah gang buntu itu, menangkap sepasang suami istri yang diduga mucikari dan penyedia tempat untuk pemuas nafsu pria hidung belang.

Dalam penangkapan tersebut, selain menangkap Eka dan Herwin, polisi juga menciduk seorang perempuan sebut saja Keong, yang masih berstatus pelajar sekolah menengah tingkat pertama (SMP).
Selain perempuan bawah umur, Eka pada wartawan, Senin (19/03) mengaku ada perempuan dewasa yang ikut memuaskan nafsu pria hidung belang. Tetapi, dua janda yang disebut Eka, belum diketahui dan tidak tertangkap.
Sedangkan tarif untuk satu trep, Eka mengaku berbeda antara perempuan bawah umur dengan perempuan dewasa. Untuk perempuan bawah umur, tarifnya Rp 400 ribu dengan pembagian hasil, untuk mucirkari Rp 100 ribu. Kemudian tarif perempuan dewasa Rp 300 ribu, dan untuk mucikari Rp 100 ribu.

sumber: modusaceh.co

Artikel Manis Info Lainnya :

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2015 Manis Info | Design by Bamz