Geuchik di Lhoksukon Marah dan Akan Letakkan Jabatan Jika.........

Artikel terkait : Geuchik di Lhoksukon Marah dan Akan Letakkan Jabatan Jika.........

Geuchik di Lhoksukon Marah dan Akan Letakkan Jabatan Jika.........



Belasan geuchik di Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, mengancam akan mengembalikan stempel dan sepeda motor dinas jika pemerintah kabupaten tidak segera membayar honorarium atau uang jerih mereka. Selain sepeda motor (sepmor) dan stempel, mereka juga akan mengembalikan surat keputusan (SK) bupati tentang pengangkatan geuchik.

Demikian pernyataan sikap dibacakan para geuchik, di belakang Kantor Camat Lhoksukon, Jumat, 16 Maret 2018, sekitar pukul 15.00 WIB. Menurut mereka, Pemkab Aceh Utara belum membayar uang jerih geuchik hampir sembilan bulan atau tiga triwulan. Dua triwulan jatah tahun 2017 dan satu triwulan tahun 2018.

“Kami di sini menyuarakan aspirasi geuchik, hampir sembilan bulan (uang) jerih kami tidak dibayar, dan kesejahteraan kami tidak diperhatikan. Kami bukan para budak, kami ini para pemimpin di gampong yang dihormati masyarakat. Jika saat ini kesejahteraan kami tidak diperhatikan dengan (uang) jerih tidak dibayar, maka kami juga bisa menolak segala keputusan Pemkab Aceh Utara,” ujar Geuchik Alue Drien, Ibnu Azwan kepada portalsatu.com.

Ibnu Azwan meminta bupati segera memastikan, kapan uang jerih geuchik dibayarkan. “Mohon segera mengonfirmasikan kapan (uang) jerih kami dibayarkan, ini sudah memasuki sembilan bulan. Jika tidak ada kejelasan, kami dari pihak pemerintahan gampong akan mengembalikan seluruh atribut seperti stempel, SK yang diteken bupati, juga kendaraan dinas yang diberikan bupati akan kami kembalikan ke pemkab. Jangan dianggap kami sangat perlu dengan kendaraan tersebut, tanpa kendaraan itu kami juga masih bisa jalan. Sudah hampir tiga kuartal (triwulan), tahun 2017 kuartal ketiga dan keempat, dan kini sudah kuartal pertama 2018,” tegasnya.

Zulkifli, Geuchik Gampong Jok, Kemukiman Lhoksukon Teungoh, Kecamata Lhoksukon, mengatakan, jika uang jerih tidak dibayarkan, maka kegiatan di gampong akan terhenti seperti halnya majelis taklim.

“Kita daerah syariat Islam, bupati dan gubernur meminta kita memperkuat pengajian di gampong, tapi saat ini uang diambil dari kocek pribadi geuchik. Itu sudah berjalan sejak pertengahan 2017 hingga saat ini Maret 2018. Perihal kegiatan kepemudaan, kita diminta mengajak pemuda untuk tidak terlibat narkoba, sementara dana dari kabupaten tidak ada, kan ada dana pemberdayaan pemuda. Jadi bagaimana kita mengatasi kejahatan apabila pemerintah tidak mampu membayarkan itu. Pemkab jangan hanya menjadikan geuchik sasaran untuk mereka berorasi, program mereka berjalan, sedangkan dana tidak ada,” ucap Zulkifli.

Zulkifli melanjutkan, “Mirisnya lagi kita gratiskan kepada warga, misalnya untuk ambil fotokopi KK, KTP segala macam, masyarakat tinggal ambil. Kami uang fotokopi itu saja sudah tidak ada lagi”.

Dia berharap Pemkab Aceh memprioritaskan pembayaran uang jerih para geuchik. “Misalkan bupati dan dewan tidak bergaji, apa mereka mau masuk kantor. Kami sangat mengharapkan diprioritaskan. Jika memang hanya tiga bulan okelah, tapi sudah hampir sembilan bulan, itu tidak wajar, sangat berat. Apalagi era keterbukaan di mana masyarakat menganggap semua gratis, sementara uang operasional geuchik belum dibayar,” kata Zulkifli.

Pada kesempatan itu, Geuchik Ibnu Azwan juga mempersoalkan ketentuan bahwa geuchik tidak boleh terlibat sebagai pelaksana pemilu. “Mengenai kesejahteraan, mengapa kami tidak diikutsertakan jika ada uang yang memang bisa kami dapatkan selain dari (uang) jerih. Sekarang kita sedang menghadapi pemilu, mengapa geuchik tidak bisa dilibatkan, apakah karena geuchik dianggap sudah sejahtera, tapi (mengapa) PNS boleh sebagai pelaksana pemilu”.

“Sangat tidak rasional dalam pemikiran kami, walaupun itu aturan pemerintah. Di daerah lain ada, sementara kita alasannya terbentur UUPA yang menyatakan aparat gampong (geuchik) tidak boleh menjadi pelaksana pemilu di Aceh,” ujar Ibnu Azwan


sumber: http://portalsatu.com

Artikel Manis Info Lainnya :

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2015 Manis Info | Design by Bamz