Pak Safwan Mantan Disperindag Aceh di Vonis 6 Tahun

Artikel terkait : Pak Safwan Mantan Disperindag Aceh di Vonis 6 Tahun

Pak Safwan Mantan Disperindag Aceh di 

Vonis 6 Tahun



Majelis Hakim Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Banda Aceh, menjatuhkan vonis penjara selama enam tahun kepada mantan Kepala Dinas Perindustrian (Disperindag) Aceh, Safwan dan empat tahun penjara untuk Ridwan, mantan bendahara dinas tersebut.
Keputusan itu dibacakan majelis hakim dalam sidang terpisah, di Pengadilan Tipikor Banda Aceh, Kampung Baru, Banda Aceh, Kamis (15/3/18). Keduanya, dinyatakan bersalah karena terbukti melakukan korupsi dana kas pada Disperindag Aceh tahun 2015.
Selain kurungan badan, keduanya diwajibkan membayar denda masing-masing Rp 200 juta, subsider enam bulan penjara dan uang pengganti (up). Kepada terdakwa Safwan, dibebankan up sebesar Rp 659 dikurangi jumlah uang yang sudah dibayarkan. Sementara, kepada terdakwa Ridwan, diwajibkan membayar up sebesar Rp 40 juta.
Memang, putusan majelis hakim lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Aceh. Dalam tuntutanya, JPU meminta mantan Kepala Disperindag Aceh, Safwan dihukum delapan tahun penjara dikurangi masa tahanan selama terdakwa menjalani persidangan, serta up. Selanjutnya, JPU juga meminta majelis hakim memvonis Ridwan lima tahun penjara, ditambah denda Rp 200 juta, serta uang pengganti.
Menurut Umar, JPU Kejari Aceh, keduanya telah melanggar ketentuan Pasal 2 ayat (1) junto Pasal 18 ayat (1) huruf a, b ayat 2 dan 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1991 tentang Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001. 
Karena itu, JPU menganggap perbuatan terdakwa bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara dan juga bertentangan dengan ketentuan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, serta melanggar Qanun Aceh Nomor 2 Tahun 2008 tentang Tata Cara Pengalokasian Tambahan Dana Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi dan Penggunaan Dana Otonomi Khusus (Otsus). Usai dibacakan putusan.
"Selain itu, yang memberatkan terdakwa, karena bertentangan dengan semangat pemerintah dalam memberantas korupsi. Sedangkan hal yang meringankan, terdakwa tidak pernah dihukum, berlaku sopan selama persidangan, sebagai kepala keluarga, dan menyesali seluruh perbuatannya," baca majelis hakim yang diketuai Deny Syahputra SH MH bersama dua hakim anggota, Faisal Mahdi SH MH dan Dr Edward.
Atas putusan tersebut, terdakwa Safwan mengatakan menerima putusan hakim, dan tidak akan melakukan upaya banding. Kemudian, kuasa hukum terdakwa Ridwan, H. Sulaiman mengatakan akan pikir-pikir dulu. Sementara, JPU Kejati Aceh, Umar juga akan mempelajari dulu putusan hakim, sebab permintaan menahan surat tanah yang telah disita oleh JPU, diputuskan untuk dikembalikan pada dua terpidana.
Sebelumnya, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Aceh Safwan, ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi penyelewengan kas Rp 900 juta di instansi tersebut pada 2015 silam. Safwan ditetapkan tersangka oleh Penyidik Subdit III Tindak Pidana Korupsi Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Aceh pada November 2016 silam.
Penetapan Safwan sebagai tersangka tindak pidana korupsi disampaikan Dir. Reskrimsus Polda Aceh, Kombes Pol Erwin Zadma melalui Kasubdit III Tipikor, AKBP Andrianto Argamuda dalam siaran pers di Mapolda Aceh, Rabu (29/11). “Ini tindak pidana korupsi pada 2015 lalu di Disperindag Aceh. Kami sidik sejak Maret 2016. Pada tanggal 17 September 2017 penyidikan kasus ini sudah P21. Hari ini akan kita lakukan tahap dua, yaitu pelimpahan tersangka dan barang bukti kepada kejaksaan,” kata AKBP Andrianto.
Selain Safwan yang merupakan warga Kota Lhokseumawe, dalam kasus itu juga ditetapkan satu tersangka yaitu berinisial Ridwan yang merupakan bekas Bendahara Disperindag Aceh saat Safwan menjabat Kadisperindag Aceh.

sumber: modusaceh.co

Artikel Manis Info Lainnya :

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2015 Manis Info | Design by Bamz