Adi Laweung Di Panggil Panwaslih

Artikel terkait : Adi Laweung Di Panggil Panwaslih

Adi Laweung Di Panggil Panwaslih 



Manisinfo.com - Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Kota Sabang memanggil Juru Bicara Partai Aceh (PA), Suadi Sulaiman alias Adi Laweung untuk dimintai klarifikasi terkait indikasi pelanggaran kampanye saat memberikan orasi di depan Lapangan Play Ground Sabang, Sabtu pekan lalu.
Adi Laweung tiba di kantor Panwaslih Sabang, Minggu (20/11). Ia turut ditemani dua kuasa hukumnya, yakni Fajri SH dan Mardiati SH, serta beberapa pendampingnya yang lain.
“Hanya sebatas memintai klarifikasi, karena Panwaslih wajib menerima pengaduan dan laporan,” kata Ketua Panwasilih Kota Sabang, Oriza Satifa, didampingi Divisi Hukum Penindakan Pelanggaran (HPP) Safrial, kepada Serambi, kemarin.
Oriza juga mengaku belum tahu apakah kata ‘laknat’ yang disampaikan Adi Laweung dalam kampanye di Sabang sebelumnya itu ditujukan kepada perseorangan atau kelompok. “Hal ini masih dalam kajian Panwaslih,” tambah dia lagi.
Sebelum menerima kedatangan Adi Laweung, pihak Panwaslih juga telah memanggil Kuasa Hukum Partai Nasional Aceh (PNA), M Syafii Siregar, sebagai pihak pelapor. Dia dipanggil untuk diminta menghadirkan dua saksi yang diberikan pelapor ke Panwaslih.
“Panwaslih juga sudah menyurati saksi yang diberikan pelapor, namun hingga kini saksi tersebut belum juga hadir untuk dimintai klarifikasinya. Karena itu, Panwaslih kembali mendesak pihak pelapor untuk menghadirkan saksi,” pintanya.
Seperti diketahui, ucapan Adi Laweung ketika berkampanye di Kota Sabang berbuntut panjang. Jumat kemarin, (18/11), tim pemenangan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah dan Nasaruddin (AZAN) melaporkan Juru Bicara Partai Aceh tersebut ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Aceh.
Adi Laweung dinilai telah melakukan pencemaran nama baik Zaini Abdullah dengan mengatakan ‘laknat’ ketika berkampanye di Kota Sabang pada Sabtu beberapa waktu lalu.
Tetapi setelah mempelajari berkas aduan, petugas SPKT menyarankan pelapor agar lebih dulu melaporkan kasus itu ke Panwaslih Aceh, karena kasus tersebut dinilai masuk dalam ranah pidana pemilu.
Berdasarkan kopi postingan berita Bongkarnews yang dijadikan sebagai salah satu bukti oleh pihak pelapor, kata “laknat” yang disampaikan Adi Laweung terdapat pada paragraf ketiga yang berbunyi, “Kenapa harus memilih Muzakir Manaf karena 2 (dua) orang sebelumnya Irwandi dan Zaini Abdullah bukan rahmat, melainkan laknat bagi rakyat Aceh yang telah gagal membangun Aceh menjadi lebih baik. (mi/dr)
Sumber: http://aceh.tribunnews.com

Artikel Manis Info Lainnya :

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2015 Manis Info | Design by Bamz