Pejabat Penguasa Aceh Tinggalkan Meuligoe

Artikel terkait : Pejabat Penguasa Aceh Tinggalkan Meuligoe

Pejabat Penguasa Aceh Tinggalkan Meuligoe

Rumah Sewa Zaini Abdullah
Manisinfo.com - ZAINI Abdullah meninggalkan singgasananya, Meuligoe Gubernur Aceh pada Kamis, 27 Oktober 2016. Begitu juga dengan Wakil Gubernur Muzakir Manaf. Pria yang akrab disapa Mualem tersebut bahkan sudah meninggalkan rumah dinasnya di Blangpadang, sejak dua hari sebelum masa cuti untuk petahana atau incumbent.
Dengan masuknya masa cuti, berbagai fasilitas yang diterima sebagai pejabat negara selama ini dihentikan. Tidak permah lagi terdengar raungan sirine mobil polisi karena hilir-mudik mereka di jalanan.
Sebagai petahana, mereka memang diwajibkan mengambil cuti dalam waktu tertentu karena kembali mencalonkan diri sebagai kepala daerah di daerah yang sama untuk periode mendatang. Ketentuan tersebut termaktub dalam Pasal 70 ayat (3) UU Nomor 10/2016 tentang Pilkada yang menegaskan bahwa, “Gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, wali kota dan wakil wali kota yang mencalonkan kembali pada daerah yang sama selama masa kampanye harus cuti di luar tanggungan negara.”
Lalu, pada hari-hari di luar ‘istana’ seperti saat ini, apa saja yang dilakukan Doto Zaini dan Mualem? Benarkah kini siapa pun bisa menemui mereka karena tidak ada lagi rambu-rambu protokoler? Bagaimana pula dengan para kandidat lainnya seperti Irwandi Yusuf, Tarmizi Karim, Abdullah Puteh, dan Zakaria Saman? Serambi mengulasnya untuk liputan khusus edisi ini.
Doto Menikmati Cuti di Geuceu
HALAMAN rumah bercat putih itu tampak kosong. Hanya ada satu mobil sedan di garasinya dan tiga sepeda motor diparkir di sudut pagar.
Beberapa bagian cat dinding rumah sudah mengelupas. Halaman depan tampak tidak terlalu luas, sekitar 10x30 meter, berada di antara rumah elite di Jalan Fatahillah, Geuceu, Kecamatan Jaya Baru, Kota Banda Aceh.
Saat Serambi masuk dari pintu samping garasi, tidak ada penjagaan atau satpam laksana di Meuligoe Gubernur. Suasana begitu lega. Beberapa orang terlihat hilir mudik di dalamnya.
Doto Zaini sedang duduk di sebuah kursi. Sesekali dia menggeser-geser layar Hp-nya dengan jari. Mengenakan baju batik, rawut muka Abu Doto di sore itu tampak cerah. Dia menyilakan Serambi duduk. Suguhan timphan dan teh manis hangat menemani obrolan dengan gubernur Aceh non-aktif tersebut.
“Baroe buklam kamoe pinah keunoe (baru semalam pindah ke sini),” kata Doto mengawali pembicaraan dengan suara yang sedikit serak. Doto mengaku tidak tahu berapa luas rumah dan pekarangannya. Dia juga mengaku tidak tahu berapa harga sewa rumah milik mantan bupati Pidie, almarhum M Diah Ibrahim itu. “Berapa harga sewa ini,” tanya Doto Zaini pada seorang kerabatnya, lalu direspons pria itu dengan menggeleng-gelengkan kepalanya.
Yang pasti, kata Abu Doto, ada 8 kamar tidur di dalamnya. Seperti juga rumah kebanyakan, ada dapur, ruang tamu, dan ruang keluarga. Halaman belakang rumah yang luas dan dipenuhi pepohonan menyuguhkan suasana adem dan tenang. Beberapa tamu tampak sedang menyeruput kopi seraya menikmati taman belakang rumah yang rimbun.
Sejak pindah dari Meuligoe, Kamis (27/10) sekitar pukul 23.55 WIB, Doto Zaini sempat beberapa hari tinggal di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh. Serambi bahkan sempat kepergok dengan Zaini Abdullah dan keluarganya di lobi hotel Hermes pada 30 Oktober 2016.
Saat itu, salah satu orang dekat Zaini, dr Fachrul Jamal mengatakan, Abu Doto tinggal di Hotel Hermes sementara waktu, lantaran rumah yang hendak disewanya masih direhab. “Masih direhab rumahnya. Nanti kalau sudah selesai, langsung pulang ke sana,” kata Fachrul Jamal saat itu.
Benar saja, pada Selasa (1/11) Abu langsung menempati rumah di bilangan Jalan Fatahillah Nomor 8 Geuceu. “Watee kamoe tamong keunoe manteng disewa le awak BPD (Begitu kami hendak masuk, masih disewakan oleh orang yang bekerja di BPD),” kata istri Zaini Abdullah, Umi Niazah, seraya mengambil sebuah amplop di sudut ruang tamu. Beberapa tamu yang hendak pulang tampak disuguhi amplop.
Doto Zaini mengaku dia menyewa rumah ini tak sampai setahun. Soalnya, menurut regulasi yang ada, dia harus kembali menjadi gubernur setelah pencoblosan usai pada Februari 2017. Setelah masa cutinya habis, dia akan kembali tinggal di Meuligoe sebagai Gubernur Aceh hingga pelantikan gubernur terpilih.
Lebih santai
Doto mengaku saat ini dirinya lebih santai, khususnya sejak mengambil cuti sebagai Kepala Pemerintahan Aceh. Begitupun, lantaran dirinya maju kembali sebagai calon gubernur periode 2017-2022, maka tetap saja banyak tamu yang berdatangan dari berbagai daerah.

Namun diakuinya, hari-hari cuti kali ini lebih bermakna, lantaran dia ditemani buah hatinya yang datang jauh-jauh dari Swedia. “Sudah sebulan di sini, besok akan kembali ke Swedia,” kata Zaini. Hari semakin sore. Beberapa tamu kembali menyalami Zaini, lalu satu per satu mereka pamit. (mi/dr)

sumber: http://aceh.tribunnews.com

Artikel Manis Info Lainnya :

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2015 Manis Info | Design by Bamz