PNS Rumah Sakit Zainoel Abidin Banda Aceh Produksi Uang Palsu

Artikel terkait : PNS Rumah Sakit Zainoel Abidin Banda Aceh Produksi Uang Palsu

PNS Rumah Sakit Zainoel Abidin Banda Aceh Produksi Uang Palsu


manisinfo.com - Luqmanul Hakim (35), PNS yang berdinas di Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh, masuk daftar pencarian orang (DPO) Polresta Banda Aceh. Pria asal Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh ini, diburu polisi karena ditengarai terlibat dalam peredaran dan pencetakan uang palsu (upal) pecahan Rp 50 dan Rp 100 ribu.
Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Zulkifli SStMk SH, mengatakan, munculnya nama Luqmanul Hakim sebagai orang yang paling bertanggung jawab dalam proses peredaran dan pencetakan upal itu, bermula dari tertangkapnya dua juru parkir RSUZA yang ikut terlibat dalam kejahatan tersebut.
Kedua juru parkir tersebut, yakni Mukjizat (26), warga Gampong Baroh, Kecamatan Montasik, Aceh Besar dan rekannya Irfan (28) warga Tibang, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh. “Pertama kali kasus uang palsu ini terungkap pada saat Mukjizat menggunakan uang palsu pecahan Rp 50 ribu untuk membayar uang toilet di Blangpadang, pada Rabu malam, 9 Maret 2016, sekitar pukul 23.00 WIB,” kata Supriadi.
Pada awalnya penjaga toilet itu tidak menaruh curiga Mukjizat menggunakan upal pecahan Rp 50 ribu sampai penjaga toilet itu hanya menyerahkan uang kembalian sebesar Rp 47 ribu, kurang Rp 1.000.  Uang kembaliannya yang kurang Rp 1.000, Mukjizat tidak mempersoalkannya. “Penjaga toilet itu pun mengantongi uang Rp 50 ribu itu ke dalam kantongnya. Namun, pada saat berada di dalam kantongnya, penjaga toilet itu justru merasakan seperti meremas kertas,” kata Supriadi.
Karena curiga dengan uang Rp 50 ribu itu, penjaga toilet bernama Febri itu mengeluarkan kembali uang tersebut dari dalam kantong celananya. Kecurigaan itu pun bealasan, ternyata setelah lembaran uang Rp 50 ribu itu dikeluarkan dan diraba dan dilihat secara jeli, ternyata palsu. “Pelaku yang belum jauh pergi dari tempat itu pun langsung ditangkap dan dibawa ke Polresta,” ujar Supriadi.
Hasil keterangan yang diperoleh dari Mukjizat, juru parkir RSUZA ini pun mengaku mendapatkan uang palsu itu dari Irfan yang seprofesi dengannya. Keesokan harinya, Kamis 10 Maret 2016, sekitar pukul 12.00 WIB lanjut Supriadi, pihaknya menangkap Irfan di lokasi parkiran RSUZA. “Irfan sendiri baru sekitar 4 bulan bebas, setelah kasus pemerkosaan pernah melibatkannya pada tahun 2012 lalu. Irfan dalam keterangannya kepada penyidik III Unit Tipiter, mengaku mendapatkan uang palsu dari Luqmanul Hakim, berstatus sebagai PNS di RSU Zainoel Abidin,” pungkas Kompol Supriadi.
Kanit III Tipiter Iptu Firmansyah menambahkan, di hari yang sama Irfan diringkus, Kamis sorenya polisi menggeledah usaha foto copy milik Luqmanul Hakim yang berada di bawah tangga lantai satu dalam kompleks RSUZA. “Keterangan Irfan, selain Luqmanul Hakim pernah menawarkannya untuk mencari orang yang mau membeli uang palsu senilai Rp 1 juta, tetapi hanya dibayar Rp 300 ribu saja, Irfan juga pernah melihat langsung proses Luqmanul Hakim mencetak uang palsu melalui mesin printer,” sebut Firmansyah.
PNS RSUZA Banda Aceh yang diduga sebagai dalang dari kejahatan peredaran dan pencetakan upal itu, diduga telah mengetahui penangkapan kedua juru parkir yang menjadi rekannya itu. Hingga ia langsung melarikan diri, sebelum dicokok polisi. Polisi telah menggeledah usaha foto copy miliknya di RSUZA dan menyita sejumlah barang bukti (BB), masing-masing satu CPU, Monitor, Printer, keyboard, dan satu mouse. “Kini seluruh barang bukti itu kami amankan di Polresta. Begitu juga dengan dua juru parkir itu telah ditahan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” ungkap Firmansyah. Kedua tersangka dibidik Pasal 245 KUHP ancaman hukuman maksimal 10 tahun. (mi/dr)
sumber: http://klikkabar.com

Artikel Manis Info Lainnya :

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2015 Manis Info | Design by Bamz