Nonik Cantik Dibunuh Saat Berangkat Kerja dan Mayatnya di Buang di Pinggir Jalan

Artikel terkait : Nonik Cantik Dibunuh Saat Berangkat Kerja dan Mayatnya di Buang di Pinggir Jalan


Nonik Cantik Dibunuh Saat Berangkat Kerja dan Mayatnya di Buang di Pinggir Jalan



Sejumlah warga di kawasan Jalan Raya Bukit Darmo, Putat Gede, dihebohkan dengan penemuan mayat perempuan, Kamis (15/2).  Mayat tersebut tergeletak di tepi jalan dengan kondisi bersimbah darah. Awalnya, sejumlah warga dan polisi mengira jika mayat tersebut merupakan korban tabrak lari. Namun setelah diperiksa, mayat tersebut, Nonik,57, warga yang ngekos di kawasan Wiyung Karangan yang penuh luka tusuk.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, mayat Nonik ditemukan sekitar pukul 06.00.  Saat itu tubuh Nonik ditemukan oleh sejumlah pengendara dalam kondisi tewas bersimbah darah di rerumputan Jalan Raya Bukit Darmo. Kemudian warga melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Sukomanunggal. 

Setelah mendapatkan laporan, polisi mendatangi lokasi. Awalnya polisi mengira jika Nonik merupakan korban tabrak lari. Namun setelah diperiksa tubuhnya oleh Tim Inafis Polrestabes Surabaya, ditemukan banyak luka tusuk di sekujur tubuhnya. Setidaknya ada tujuh luka tusuk yang ada di tubuh Nonik. Yakni di dada, perut, lambung dan lengan kiri korban.

Menurut TA, salah satu teman korban jika Nonik merupakan warga asli Desa Putuk, Bangle, Sukorame, Lamongan. Dia datang ke Surabaya untuk bekerja sebagai petugas kebersihan di perumahan Villa Bukit Mas. TA menambahkan jika Nonik sudah bekerja selama setahun di Surabaya. 

“Kebetulan saya juga tetangga kampung dengan korban,” ungkap perempuan yang enggan disebutkan namannya ini. 

TA mengatakan, sebelum ditemukan tewas, dia korban dan satu temannya, JA berangkat kerja bersama. Sebab selain satu kos, mereka juga satu tempat pekerjaan. Ketiganya berangkat dari kos sekitar pukul 05.00. Mereka menempuh perjalanan dengan jalan kaki. Biasanya mereka tiba di lokasi tempat bekerja sekitar pukul 06.00. 

“Biasanya sebelum bekerja kami sarapan dulu. Sebab kerja baru dimulai sekitar pukul 07.00,” terangnya. 

Meski awalnya TA, JA dan korban berangkat bersama, namun di tengah perjalanan TA dan JA asyik mengobrol. Sedangkan korban berjalan di belakang. Saking asyiknya, TA dan JA tiba terlebih dahulu di tempat kerja, mereka baru sadar jika Nonik tak kunjung menyusul. 

“Saya kira Nonik istirahat atau membeli sarapan. Sebab masih ada waktu satu jam sebelum kami bekerja,” imbuhnya saat dimintai keterangan di Polsek Sukomanunggal. 

TA mengatakan, Nonik selama ini dikenal dengan perempuan supel dan peduli. Dia manut saat disuruh dan tak pernah mengeluh. Dan setahu TA, korban tak pernah memiliki musuh. “Orangnya baik, saya yang mengajaknya ke Surabaya. Jadi saya tahu betul siapa korban,” tandasnya. 

Sementara itu, Kapolsek Sukomanunggal Kompol Suroso mengatakan dugaan kuat jika korban memang dibunuh sebelumnya mayatnya dibuang di lokasi. Hanya saja pihaknya masih melakukan penyelidikan dengan dibantu Satreskrim Polrestabes Surabaya. 

“Sejumlah saksi-saksi yang kami periksa, didalami di mapolres,” ungkap Kompol Suroso. 

Saksi-saksi tersebut di antaranya adalah teman kos dan kerja korban. Sebab selain saksi, polisi belum menemukan petunjuk lain. Sebab di lokasi polisi juga tak menemukan adanya rekaman CCTV. “Kami masih dalami, namun dugaan kuat memang korban dibunuh,” tegasnya.

sumber: www.jawapos.com

Artikel Manis Info Lainnya :

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2015 Manis Info | Design by Bamz