Dari Jogja Caritas Germany Bangunkan Warga Aceh Untuk Peduli Narkoba dan HIV/AIDS

Artikel terkait : Dari Jogja Caritas Germany Bangunkan Warga Aceh Untuk Peduli Narkoba dan HIV/AIDS

Dari Jogja Caritas Germany Bangunkan Warga Aceh Untuk Peduli Narkoba dan HIV/AIDS

Foto Yushar Ismail 
Caritas Germany bermitra dengan Yayasan Permata Atjeh Peduli (YPAP) sejak tahun 2011-2018 dan telah memberikan banyak masukan program pada wilayah Intervensinya di Provinsi Aceh seperti pada Program pembemberdayaan Disabilitas melalui forum Komunikasi disabilitas aceh (FKDA), Program PLWH melalui KSM Permata seulayang, Program pembentukan klinik VCT di Kab. Aceh Utara dan Bireuen serta Program Bantuan tanggap bencana Alam di Aceh. 

Bapak Cipto Leksono selaku Head Office Caritas Germany Indonesia terus memberikan dukungan untuk berlangsungnya program di Provinsi Aceh terutama pada sektor program Disabilitas, HIV/AIDS, Narkoba dan Tanggap Bencana. melalui staff lapangan caritas Germany Yushar ismail dengan penuh inovasi dan kecakapan beliau mampu membangunkan warga Aceh untuk menghalau Narkoba dan Stigma pada ODHA.

YPAP memiliki pilot project yang sangat berprestasi di  Desa Matang Pasie Kec. Peudada Kab. Bireuen. keberadaan bandar narkoba sangat di segani oleh warganya. namun dengan kehadiran Program YPAP bekerjasama dengan Satgas Desa Pageu Gampong dan didukung oleh Caritas Germany terus melakukan pendampingan terhadap Satgas Desa Peduli yang lebih dikenal dengan nama Pageu Gampong (Pagar Desa).

berbagai kegiatan telah dilakukan, hingga hampir disetiap tempat stategis di letakkan himbauan Narkoba dan kepeduliaan warga, Desa ini terletak di pinggiran pantai dan memiliki seorang geuchik muda yang sangat peduli, dari sinilah awal cerita bagaimana narkoba dapat di minimalisirkan di kec. Peudada kab. Bireuen.

Provinsi Aceh menepati peringkat pertama sebagai provinsi pengedar dan penguna narkotika jenis ganja dan Kasus narkoba di Aceh menurut data  Direktorat Polda Aceh menyebutkan jumlah kasus narkoba di Aceh pada 2014 terdapat 942 perkara dengan jumlah tersangka 1.305 orang. Pada 2015 ada 1.170 perkara dengan jumlah tersangkanya 1.685 orang. Kemudian Januari-Agustus 2016 ada 967 kasus dengan tersangkanya 1.290 orang.

Wakil Gubernur Aceh, Ir. H. Nova Iriansyah, MT,  mengatakan Narkoba saat ini sudah masuk kerumah, ke kamar anak-anak Aceh dan Kondisinya sudah sangat meresahkan Karena efek yang ditimbulkan sangat berbahaya, Nova sampai-sampai mendukung hukuman mati bagi pengedar narkoba. Nova memberi alasan jika hukuman pembunuhan dalam Islam masih diampuni jika diberi maaf oleh keluarga, maka narkoba tidak termaafkan.


Aceh merupakan jalur yang sangat strategis untuk peredaran Narkoba, Kepala Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Lhokseumawe, AKBP Fakhrurrozi mengatakan, sindikat narkoba sangat memanfaatkan kawasan pantai sebagai jalur transaksi dari luar negeri untuk dikirimkan ke Aceh. Korban penyalahgunaan Narkoba diKota Lhokseumawe, Aceh Utara dan Bireuen banyak dari kalangan usia produktif dan umumnya masih muda-muda.

Aceh Butuh banyak terima kasih kepada Caritas Germany yang telah membangunkan warga Aceh untuk bangkit menyelamatkan Generasi Bangsa, Caritas Germany mampu berkontribusi dari Jogjakarta (jawa timur). mari selamatkan aceh jika bukan sekarang kapan lagi karena kini Aceh sudah darurat Narkoba.





Artikel Manis Info Lainnya :

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2015 Manis Info | Design by Bamz