Penelpon Gelap Telp Keluarga Tersangka Narkoba Minta Tembusan

Artikel terkait : Penelpon Gelap Telp Keluarga Tersangka Narkoba Minta Tembusan

Penelpon Gelap Telp Keluarga Tersangka Narkoba Minta Tembusan

Sejumlah keluarga tersangka kasus narkoba di Aceh Utara mengaku menerima telepon dari orang yang mengatasnamakan Kasatres Narkoba Polres Aceh Utara dan penyidik. Si penelpon meminta uang puluhan juta dengan iming-iming tersangka akan bebas dari jeratan hukum.
“Suami saya, MS, ditangkap pada 6 Juni 2018 lalu. Sehari kemudian saya datang ke polres untuk menemui suami saya. Secara kebetulan saya bertemu Pak Ildani (Kasatres Narkoba) yang memberitahukan, jika ada yang menelpon meminta uang dengan iming-iming suami bebas jangan digubris. Ternyata benar, telepon itu ada,” ujar istri MS, yang enggan menyebutkan namanya, ditemui portalsatu.com, di Mapolres Aceh Utara, Kamis, 21 Juni 2018.
Ibu muda yang membawa anaknya masih bayi itu melanjutkan, “Di hari kedua penangkapan suami saya, abang ipar saya datang memberitahukan ada nomor tak dikenal yang menelpon dan meminta nomor saya. Si penelpon memang tidak meminta uang, tapi dia menanyakan, kasat narkoba bilang apa?  Saya jawab, kasat bilang jika ada penipuan minta uang untuk bebas suami jangan dipedulikan. Si penelpon kembali bertanya berapa nomor telepon kasat narkoba dan siapa nama kasat narkoba”.
Setelah disebutkan nama Kasatres Narkoba AKP Ildani, kata istri MS, si penelpon kembali mengatakan, “Ya, itu nomor Pak Ildani memang, tapi untuk ke depannya jika mau ke polres jangan telepon lagi nomor itu karena lagi disadap, cukup telepon ke nomor ini saja (0821-1485-6447)”.
Menurut istri MS, keesokan harinya ia hendak ke polres dan menghubungi nomor itu lima kali, tapi tidak aktif. “Nomor abang ipar saya diminta melalui geuchik gampong saya. Kemudian si penelpon itu minta ke abang ipar, nomor saya atau nomor ibu suami saya (mertua). Saya berpikir juga, masak iya nomor kasat disadap, langsung saya ingat ini penipuan seperti yang disampaikan kasat,” ujarnya.
Secara terpisah, Abdurrahman, 54 tahun, warga Gampong Trieng, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, juga pernah mengalami hal serupa. Orang tua dari tersangka kasus narkoba, MK, itu sempat dihubungi penelpon gelap yang meminta uang dengan iming-iming anaknya akan dibebaskan.
“Si penelpon minta uang Rp30 juta agar anak saya bisa bebas katanya. Saya tidak percaya karena kasat sudah pernah ingatkan soal ini. Lagi pula saya juga tidak punya uang sebanyak itu. Uang itu diminta untuk saya transfer, bukan bertemu langsung,” kata Abdurrahman.

sumber: http://portalsatu.com

Artikel Manis Info Lainnya :

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2015 Manis Info | Design by Bamz