Dua Bulan Sudah Irwandi Bersama KPK dan Kediamannya Sepi Tanpa Aktivitas

Artikel terkait : Dua Bulan Sudah Irwandi Bersama KPK dan Kediamannya Sepi Tanpa Aktivitas

Dua Bulan Sudah Irwandi Bersama KPK dan Kediamannya Sepi Tanpa Aktivitas 



Dibandingkan rumah sekitar, kediaman milik Gubernur Aceh non aktif Irwandi Yusuf di Jalan Salam, Lampriet, Banda Aceh, nyaris tak ada aktivitas, Rabu (29/8/18) siang.
Bayangkan, kedua pintu pagar tertutup rapat. Begitupun, suasana sunyi dan sepi makin terasa, karena aparat kepolisian yang biasanya berjaga-jaga juga tidak tampak. Posko yang berada di depan rumah tersebut dibiarkan kosong.
Pantauan MODUSACEH.CO saat mengunjungi, Rabu (29/8/18) rumah tersebut tampak lebih besar dari rumah-rumah milik warga sekitar. Untuk memasuki rumah tersebut ada tiga pintu pagar. Dua di depan dan satu di belakang. Namn keduannya tertutup rapat dan dikunci dari dalam.
Tidak ada aktivitas di sana, bahkan para pekerja juga tidak terlihat. Hanya ada satu mobil yang diparkir di depan pagar, bahu jalan. Tak diketahui pula, siapa pemilik mobil tersebut. Sebab, beberapa menit media ini berdiri disana tak satupun orang masuk dan keluar dari rumah milik Ketua Umum Partai Nanggroe Aceh (PNA) itu.
Suasana ini tentu berbanding terbalik dengan rumah warga sekitar. Para warga terlihat lalu lalang masuk dan keluar dari rumah masing-masing. Mobil-mobil juga terlihat di parkir di gerasi masing-masing dan pintu pagar juga dibuka lebar-lebar.
Suasana ini bukan tanpa sebab, sejak Irwandi Yusuf bersama Bupati Bener Meriah non aktif Ahmadi, staf ahli Gubernur Aceh, Hendri Yuzal dan pengusaha T. Syaiful Bahri, ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), 4 Juli 2018. Kediaman Irwandi selalu sepi dan jarang dikunjungi warga.
Kondisi ini tentu berbanding terbalik ketika Irwandi masih menjabat Gubernur Aceh. Dua pintu pagar dibuka lebar dan puluhan mobil pribadi berjejeran di depan rumahnya. Bahkan, dalam satu bulan sekali, Irwandi menggelar pertemauan dengan masyarakat Aceh dirumahnya dan dikemas dalam acara Pemerintah Aceh menjawab.
Itu sebabnya, kediaman mantan propaganda GAM itu selalu ramai dikunjungi warga. Dari masyarakat biasa hingga kelas atas yang ingin menemui orang nomor satu di Aceh ketika itu.
Irwandi diduga menerima suap sebesar Rp 500 juta dari Ahmadi yang kemudian terungkap dari OTT (operasi tangkap tangan). Penyerahan uang itu diduga dilakukan melalui Syaiful dan Hendri. Uang sebesar Rp 500 juta itu diduga merupakan bagian dari komitfee sebesar Rp 1,5 miliar yang dijanjikan Ahmadi. Kini, dia bersama kolega masih menunggu proses pemberkasan di sel tahanan KPK, Jakarta Selatan sebelum menghadapi putusan hakim.

sumber: modusaceh.co

Artikel Manis Info Lainnya :

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2015 Manis Info | Design by Bamz