Wow, MPU Lhokseumawe Marah Besar pada Pegawai Dinkes Saat Fatwa Dilecehkan

Artikel terkait : Wow, MPU Lhokseumawe Marah Besar pada Pegawai Dinkes Saat Fatwa Dilecehkan

Wow, MPU Lhokseumawe Marah Besar pada Pegawai Dinkes Saat Fatwa Dilecehkan



Salah seorang oknum pegawai Dinas Kesehatan Provinsi Aceh yang tak diketahui namanya dianggap sudah melecehkan fatwa ulama. Pasalnya, saat menghadiri kegiatan kampanye imunisasi Meales Rubella (MR) di Sekolah SD Negeri 12 Banda Sakti, kota tersebut, sempat terjadi adu mulut dengan Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kota Lhokseumawe.
Pantauan AJNN, sekitar pukul 09.30 WIB, sebelum acara seremonial kampanye imunisasi Meales Rubella (MR) berlangsung, sejumlah awak media sedang berkompromi dengan Ketua MPU Lhokseumawe, Tengku Asnawi, terkait halal dan haramnya vaksinasi MR yang belum ada lebel halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Pada saat itu juga, AJNN berkesempatan untuk mewawancarai Teungku Asnawi meminta tanggapannya.
Sedang asyik diskusi sekaligus wawancara, tiba-tiba datang Kepala Dinas Kesehatan Lhokseumawe, Said Alam Zulfikar yang juga ikut bercengkrama dan saling tukar pikiran dengan sejumlah awak media, baik media nasional dan media lokal termasuk AJNN ketika itu. Yang dibahas adalah sejumlah ulama di daerah lain sudah melarang umat muslim untuk tidak melakukan vaksinasi MR terhadap anaknya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe memanggil seorang pegawai wanita yang juga bekerja di dinas kesehatan dan mempertanyakan sertifikat MR. Wanita itu mengaku untuk imunisasi dirinya telah memegang sertifikat, namun untuk MR belum ada.
Wanita yang kira-kira sudah berkepala tiga itu kemudian memanggil oknum pegawai Dinas Kesehatan Provinsi Aceh yang berjenis kelamin laki-laki. Saat itu pembicaraan masih lancar dan normal, belum terjadi cek cok ataupun perdebatan.
Karena saat itu, AJNN membutuhkan klarifikasi dari Dinas Provinsi Aceh, AJNN mengajukan pertanyaan kepada oknum pegawai tersebut terkait belum adanya label halal dari MUI
"Kalau memang harus membuat produk halal semua harus ke MUI, makanan-makanan harus semua ke tempat MUI. Nah, sekarang permasalahannya kan ada beberapa unsur-unsur terkait yang semuanya harus ada fatwa halalnya, meunyoe ta peugah fatwa halal, rokok mantong (kalau dibilang fatwa halal rokok saja) yang fatwa haram aja enggak ada yang ikuti," kata oknum pegawai Dinkes Aceh itu.
Ketika mendegar jawaban tersebut, Ketua MPU Lhokseumawe berang dan langsung memotong wawancara dengan AJNN. Ia membantah perkataan oknum pegawai Dinkes provinsi Aceh itu.
“Gak ada, bukan fatwa haram, baca dulu fatwa rokok,” kata Teungku Asnawi dengan nada antar kesal dan kecewa dengan ucapannya.
“Fatwa MPU Aceh Pak,” bantah oknum pegawai Dinkes Aceh itu.
Lalu Tengku Asnawi menjawab "Saya Ketua MPU, saya baca fatwa rokok bagaimana isinya, coba abang baca dengan benar, rokok bukan diharam secara total, akan tetapi tidak boleh di ruang publik, tidak boleh tempat yang mengganggu, tidak boleh tempat pendidikan dan beberapa tempat lainya,” ungkap Teungku Asnawi.
Tak hanya itu, Tengku Asnawi terus menerus mencerahami oknum pegawai tersebut. Ia mengatakan bukan begitu cara menyelesaikan masalah, ia sangat bertanggung jawab jika fatwa itu dilecehkan.
"Saya ini Ketua MPU Kota Lhokseumawe, jadi jangan begitu cara bicaranya, itu melecehkan lembaga MPU juga. Kami dalam konteks lembaga MPU, walapun tidak bisa tetap kami keuarkan fatwa, karena pemerintah yang mengeksekusi iya atau tidak. Kalau mau iya didengar kalau tidak tunggu aja waktu kericuhan saja jika tantang ulama, kami dari ulama tidak masalah, mau bertengkar , mau perang, udah berdarah tidak apa-apa," tegas Tengku Asnawi.
“Egak begitu,” jawab oknum Pegawai Dinkes Aceh
Teungku Asnawi kembali membantah pernyataan oknum pegawai itu.
"Ini permasalahan sedang berlangsung, tapi jangan begitu cara ngomong, baca dulu fatwa, jangan begitu, fatwa tentang rokok 2014,” kata Ketua MPU Lhokseumawe yang sudah terlihat kesal.
Ketika AJNN hendak mewawancarai oknum pegawai Dinkes Aceh itu, Ketua MPU langsung melarang.
"Jangan wawancarai dia di depan saya, karena saya tidak suka jika fatwa MPU dilecehkan dan dihina,” ujarnya.

sumber: http://www.ajnn.net

Artikel Manis Info Lainnya :

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2015 Manis Info | Design by Bamz